Bupati Yoseph: Merauke Bangun 137 Unit Perumahan Layak Huni Masyarakat

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menyerahkan 3 unit rumah layak huni masyarakat di kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Foto: Bataspapua.com/Ist

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pemerintah Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mengalokasikan 137 titik atau unit kegiatan pembangunan perumahan masyarakat pada tahun anggaran 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi masyarakat di tengah keterbatasan anggaran.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan bantuan rumah tipe 36 kepada masyarakat di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Jumat (16/10/2026). Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Mama Liberata Banggo bersama keluarganya.

Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, mengatakan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk tempat tinggal yang layak, merupakan tanggung jawab pemerintah yang harus dilaksanakan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sandang dan pangan. Karena itu, pemenuhan ketiga kebutuhan tersebut perlu menjadi prioritas sebelum pemerintah mengembangkan kebutuhan lainnya.

“Pemerintah berupaya menjawab kebutuhan masyarakat secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Pembangunan harus dilakukan secara merata dan berkeadilan agar masyarakat di berbagai wilayah juga dapat merasakan manfaatnya,” pesan Yoseph dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah penduduk Kabupaten Merauke mencapai sekitar 257.000 jiwa atau kurang lebih 100.000 kepala keluarga.

Besarnya jumlah penduduk tersebut menjadi salah satu tantangan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan perumahan. Terlebih, pembangunan harus menjangkau 179 kampung yang tersebar di wilayah Kabupaten Merauke.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan rumah masyarakat sekaligus. Oleh sebab itu, pembangunan perumahan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan warga dan pemerataan alokasi di berbagai wilayah.

Berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Merauke, program pembangunan perumahan tahun 2026 mencakup pembangunan rumah tipe 36, pembangunan baru rumah swadaya masyarakat, serta peningkatan kualitas rumah swadaya.

Khusus Distrik Sota, pemerintah mengalokasikan enam unit rumah tipe 36. Rinciannya, tiga unit untuk Kampung Yanggandur dan tiga unit lainnya untuk Kampung Rawa Biru.

Sementara itu, program pembangunan perumahan juga menjangkau sejumlah distrik lain, antara lain Eligobel, Ilwayab, Tabonji, Waan, Kimaam, dan Okaba.

Distrik Merauke memperoleh alokasi terbanyak, yakni 17 unit, sejalan dengan jumlah penduduk yang lebih besar.

Sebaran program tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah. Namun, pemenuhan kebutuhan perumahan tetap membutuhkan perencanaan berkelanjutan agar semakin banyak keluarga dapat memperoleh tempat tinggal yang layak.

Dalam kesempatan itu, Yoseph mengingatkan masyarakat penerima bantuan agar merawat dan menjaga rumah yang telah dibangun pemerintah.

Ia berharap rumah bantuan tersebut benar-benar ditempati dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya, bukan dibiarkan kosong dalam waktu lama. Dengan demikian, kondisi bangunan dapat terpelihara dan manfaatnya dirasakan dalam jangka panjang.

Selain menyediakan tempat tinggal, Bupati juga mendorong masyarakat untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui kegiatan produktif.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah mengoptimalkan lahan pertanian agar menghasilkan nilai ekonomi dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah Kabupaten Merauke, lanjutnya, akan terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui program pembangunan yang disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan kebutuhan warga.

Bagi masyarakat di kampung-kampung, pembangunan rumah bukan hanya tentang tersedianya bangunan fisik, tetapi juga tentang kesempatan untuk hidup lebih layak dan memiliki tempat tinggal yang aman bagi keluarga.

 

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!