Dibangun Gunakan Dana Otsus, Asrama Ini Siap Tampung Pelajar Dari Empat Kabupaten Se-Papua Selatan

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo didamapingi Ketua MRP Papua Selatan Damianus Katayu dan Ketua Klasis GKI Merauke, Pdt. Hetty Lumowa, meresmikan gedunag Asrama pelajar dan mahasiswa di Merauke. Foto: Bataspapua.com/Jam's

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pemerintah Provinsi Papua Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membangun Asrama Pelajar dan Mahasiswa Pendeta Oktovianus Noya dengan anggaran sebesar Rp3,58 miliar. Fasilitas berkapasitas 50 orang ini disiapkan untuk mendukung akses pendidikan bagi generasi muda dari empat kabupaten, yakni Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan keberadaan asrama tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, serta pembentukan budi pekerti.

Menurut Apolo, kehidupan di asrama memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar hidup bersama, menghargai perbedaan, memahami kebiasaan orang lain, serta membangun sikap saling menghormati dan membantu sesama.

“Kalau ilmu pengetahuan, teknologi kita belajar di sekolah, di asrama itu kita belajar budi pekerti, kita belajar pembinaan karakter,” kata Apolo, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, kehidupan bersama di asrama mengajarkan berbagai nilai yang tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran formal di sekolah. Para penghuni juga belajar mengembangkan sikap tenggang rasa dan kepedulian terhadap sesama dalam aktivitas sehari-hari.

Apolo mencontohkan, penghuni asrama perlu memahami kondisi teman sekamar, termasuk menjaga ketenangan ketika ada teman yang sedang sakit. Hal sederhana tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran untuk membangun empati, toleransi, dan kepedulian sosial.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pembangunan asrama tersebut menggunakan dana Otonomi Khusus (Otsus), dengan persetujuan Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP).

Dukungan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan pendidikan bagi generasi muda di Papua Selatan, terutama mereka yang berasal dari daerah yang jauh dari pusat layanan pendidikan.

“Semoga dengan kehadiran asrama ini bisa memberikan pelayanan hunian bagi anak-anak kita yang nanti memanfaatkan asrama ini dengan optimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno, mengatakan asrama tersebut disiapkan sebagai tempat tinggal bersama bagi pelajar dan mahasiswa putra dari empat kabupaten di wilayah Papua Selatan.

Ia menegaskan, fasilitas tersebut tidak diperuntukkan bagi kelompok etnis atau golongan tertentu, tetapi terbuka bagi pelajar dan mahasiswa yang memenuhi persyaratan serta ketentuan pengelola.

“Kami berharap asrama ini bukan menjadi asrama bagi satu etnis, tetapi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat, anak-anak pelajar dan mahasiswa yang ada di empat kabupaten wilayah cakupan Provinsi Papua Selatan,” ujar Paskalis.

Ia merincikan, pembangunan asrama tersebut menggunakan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan sebesar Rp3.587.485.000.

Anggaran itu terdiri atas pembangunan fisik gedung sebesar Rp2.729.062.000 serta pengadaan mebel dan fasilitas pendukung lainnya sebesar Rp858.396.000.

Dengan kapasitas 50 orang, asrama tersebut diharapkan dapat membantu pelajar dan mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari wilayah jauh dari pusat pendidikan, agar memiliki tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan.

Paskalis menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Selatan juga terus mengembangkan fasilitas asrama di sejumlah daerah, termasuk Merauke, Tanah Merah, Mappi, dan Asmat.

Sejumlah fasilitas telah diresmikan, sementara asrama lainnya diharapkan segera menyusul agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan tempat tinggal pelajar dan mahasiswa.

“Kami berharap tempat-tempat yang ada akan segera kita resmikan sehingga dapat membantu anak-anak kita dalam melaksanakan proses pendidikan, terutama bagi adik-adik yang jauh dari satuan pendidikan di kabupaten,” katanya.

Gereja Apresiasi Pembangunan Asrama

Ketua Klasis GKI Merauke, Pdt. Hetty Lumowa, menyampaikan apresiasi atas pembangunan asrama tersebut. Menurutnya, fasilitas itu menjawab kebutuhan yang telah lama dirasakan pihak gereja dalam menyediakan tempat tinggal bagi anak-anak yang datang ke Merauke untuk melanjutkan pendidikan.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2000, Klasis GKI Merauke telah memanfaatkan barak kecil untuk menampung pelajar yang datang dari daerah lain. Meskipun dengan keterbatasan fasilitas, pihak gereja terus berupaya menyediakan tempat tinggal agar anak-anak tersebut dapat bersekolah.

“Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua Selatan untuk mendirikan apa yang kami rindukan selama ini, sebuah gedung asrama untuk menampung anak-anak kami, masa depan Papua Selatan. Agar mereka ke depan menjadi pemimpin di negeri mereka sendiri,” kata Hetty.

Ia menegaskan, Asrama Pelajar dan Mahasiswa Putra Pendeta Oktovianus Noya terbuka bagi pelajar dan mahasiswa dari empat kabupaten di Papua Selatan, tidak terbatas pada warga GKI.

Calon penghuni tetap harus memenuhi persyaratan dan mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh pengelola asrama.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan generasi muda Papua Selatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sekaligus membantu orang tua yang menghadapi keterbatasan biaya dan akses tempat tinggal ketika anak-anak mereka harus bersekolah di luar daerah asal.

Melalui pembangunan dan pengembangan fasilitas asrama, Pemerintah Provinsi Papua Selatan berharap semakin banyak pelajar dan mahasiswa dapat melanjutkan pendidikan dengan dukungan tempat tinggal yang aman dan nyaman. Selain menunjang kegiatan belajar, kehidupan di asrama diharapkan membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, disiplin, dan siap berkontribusi bagi pembangunan Papua Selatan.

 

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!