Aparat Tangkap Pemasok Logistik dan Amunisi KKB di Nabire

Lima orang pemasok logistik dan amunisi KKB pimpinan Aibon Kogoya ditangkap Satgas Damai Cartens 2026 di Nabire. Foto: Tangkapan Layar

BATASPAPUA.COM, NABIRE — Aparat Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam jaringan pemasok logistik dan amunisi bagi kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Penangkapan ini merupakan hasil pengembangan penyelidikan intelijen yang dilakukan secara bertahap oleh tim di lapangan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa rangkaian penangkapan bermula pada Selasa (10/3/2026) ketika aparat mengamankan dua orang berinisial PW alias PM dan PNW yang diduga memiliki keterkaitan dengan jalur distribusi logistik kelompok bersenjata tersebut.

“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, PW alias PM diketahui telah dua kali bertemu dengan kelompok pimpinan Aibon Kogoya untuk menyerahkan bahan makanan di dua lokasi berbeda,” ujar Yusuf dalam keterangan kepada media, Jumat (13/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan terhadap keduanya, aparat kemudian melakukan pengembangan lebih lanjut. Sehari setelahnya, tim kembali mengamankan dua pria lainnya berinisial YW (28) dan LW (29) yang saat itu melintas menggunakan sepeda motor Honda Verza berwarna hitam.

Keduanya diduga hendak mengantarkan bahan makanan kepada kelompok KKB pimpinan Aibon Kogoya. Namun sebelum rencana tersebut terlaksana, aparat lebih dahulu menghentikan dan mengamankan keduanya, lalu membawa mereka ke Polres Nabire untuk menjalani pemeriksaan.

Dari tangan YW dan LW, aparat menyita sejumlah barang bukti berupa beberapa unit telepon genggam, kartu identitas, kartu ATM, kartu BPJS Kesehatan, kartu Jamkesmas, noken, senter kepala, powerbank, baterai, satu unit sepeda motor, serta sebuah pisau bermotif kayu.

Selain itu, pada hari yang sama sekitar pukul 19.55 WIT, aparat juga mengamankan seorang pria berinisial D alias LA yang diduga berperan sebagai penghubung dalam distribusi amunisi kepada kelompok bersenjata tersebut. Ia ditangkap di sebuah tempat hiburan di Nabire.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, D mengaku pernah menjual sekitar 100 butir amunisi kepada seseorang berinisial SP dengan harga sekitar Rp250.000 per butir.

“Transaksi tersebut dilakukan melalui perantara seorang pria berinisial H yang diduga berperan sebagai pihak penyedia amunisi,” jelas Yusuf.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa penindakan ini merupakan bagian dari langkah penegakan hukum untuk menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.

“Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna memastikan jaringan yang terlibat dapat diungkap secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Adarma Sinaga, menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari strategi aparat untuk memutus rantai pasokan logistik dan amunisi bagi kelompok bersenjata.

“Pendalaman masih terus dilakukan terhadap kelima orang tersebut guna mengetahui peran masing-masing serta kemungkinan keterlibatan pihak lain,” katanya.

Saat ini kelima orang tersebut masih menjalani proses pemeriksaan di Polres Nabire. Aparat memastikan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan mengedepankan prinsip profesionalitas, akuntabilitas, dan kepastian hukum.

Satgas Operasi Damai Cartenz juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta mempercayakan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!