SOSOK AIBON KOGOYA, Pimpinan KKB Papua Dengan Sejumlah Rekam Kriminal Kejam dan Sadis

Ilustrasi SOSOK Aibon Kogoya (dibuat menggunakan AI).

BATASPAPUA.COM, NABIRE – Nama Aibon Kogoya kembali mencuat ke permukaan dalam pusaran konflik bersenjata di Papua Tengah. Sosok yang disebut-sebut sebagai komandan lapangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Intan Jaya, Puncak hingga Nabire ini memiliki rekam jejak panjang aksi kekerasan yang menelan korban aparat keamanan maupun warga sipil.

Nama lengkapnya Daniel Aibon Kogoya, namun ia lebih dikenal dan biasa dipanggil Aibon Kogoya, diketahui beroperasi di bawah struktur Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), khususnya Komando Daerah Pertahanan (Kodap) VIII Intan Jaya dengan pangkat tidak main-main, yakni Brigadir Jenderal (Brigjen). Ia kerap dikaitkan dengan kelompok pimpinan Nau Waker, yang berada di bawah kendali Sabinus Waker sebagai pimpinan tertinggi Kodap VIII.

Meski bukan pimpinan utama dalam struktur besar KKB Papua, saat ini ia disebut adalah pimpinan Kodam III D Dulla Intan Jaya.

Peran Aibon di lapangan dinilai signifikan. Ia disebut memimpin sejumlah serangan bersenjata dan secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas beberapa aksi penembakan terhadap aparat TNI-Polri, Tenaga Kesehatan, Tenaga Pendidik atau Guru hingga warga sipil.

Sempalan Kelompok dan Ekspansi Aksi

Dari informasi yang dihimpun di sejumlah media, Aibon Kogoya merupakan bagian dari kelompok kecil sempalan yang kemudian bergabung dengan jaringan lebih besar di Intan Jaya. Ia juga disebut memiliki kedekatan dengan kelompok bersenjata dari Nduga yang sempat berkonsolidasi di Tembagapura sebelum berpencar.

Wilayah operasinya meliputi Sugapa, Titigi, Beoga, hingga Makimi di Nabire. Dalam sejumlah aksinya, kelompok ini dilaporkan membawa senjata api laras panjang maupun senjata tajam, dan bergerak dalam tim kecil yang mobilitasnya tinggi.

Pada April 2025, Aibon Kogoya disebut memimpin langsung penyerangan terhadap prajurit TNI di wilayah Titigi, Intan Jaya.

Dalam rilis yang beredar dari manajemen markas pusat TPNPB-OPM, disebutkan bahwa Mayor Aibon Kogoya, Komandan Batalion D Dulla, bertanggung jawab atas aksi tersebut.

Seorang prajurit dari Yonif 500 dilaporkan mengalami luka tembak akibat tembakan sniper yang menembus kaca kendaraan taktis dan mengenai bagian perut korban.

Aksi tersebut diklaim sebagai respons atas aktivitas militer Indonesia di Intan Jaya.

Serangan terbaru yang dikaitkan dengan kelompoknya terjadi di Makimi, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (21/2/2026), saat pos milik PT Kristalin diserang.

Insiden tersebut dilaporkan mengakibatkan dua korban meninggal dunia.


Daftar Aksi Kekerasan yang Dilakukan Kelompok Pimpinan Aibon Kogoya

Berikut sejumlah peristiwa yang dalam berbagai laporan dikaitkan dengan kelompok pimpinan Aibon Kogoya:

1. 8–9 April 2021 – Dua Guru Tewas Ditembak

Dua tenaga pendidik, Oktovianus Rayo (43) dan Yonatan Randen, tewas ditembak di wilayah Beoga. Peristiwa ini mengguncang dunia pendidikan di pedalaman Papua karena korban merupakan guru aktif yang mengabdi di sekolah setempat.

2. 2 Maret 2022 – Delapan Pekerja Palapa Ring Tewas

Delapan pekerja PT Palapa Ring Timur ditembak saat memperbaiki menara BTS di ketinggian sekitar 4.200 MDPL di Distrik Beoga. Insiden ini menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap pekerja infrastruktur telekomunikasi di Papua.

3. 4 Maret 2022 – Serangan terhadap Pos Koramil Dambet

Kelompok bersenjata menyerang personel TNI yang sedang patroli dan memperbaiki saluran air. Satu prajurit, Pratu Herianto, mengalami luka tembak di bagian leher.

4. 8 November 2022 – Penyerangan Proyek Puskesmas Milawak

Serangan terhadap pekerja proyek Puskesmas di Kampung Milawak, Distrik Beoga, menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya.

5. 9 April 2023 – Kontak Tembak di Sugapa

Baku tembak di Sugapa, Intan Jaya, menyebabkan gugurnya Sertu Robertus Simbolon dari Satgas Raider 303/TKR.

6. 22 November 2023 – Serangan terhadap Polres Intan Jaya dan Satgas Damai Cartenz

Kontak senjata di Kampung Titigi mengakibatkan dua anggota Brimob tertembak, satu di antaranya gugur.

7. 24 November 2023 – Penembakan Pekerja Puskesmas Beoga Barat

Lima pekerja bangunan ditembaki di Kampung Jambul, Kabupaten Puncak. Tiga orang tewas, dua lainnya selamat setelah berlindung di gereja.

8. 20 Maret 2024 – Penyerangan saat Pengamanan Hellypad 99

Dua anggota polisi, Bripda Arnaldobert dan Bripda Sandi Defrit, gugur dalam serangan. Dua pucuk senjata api jenis AK-47 dilaporkan dirampas.

9. Penembakan terhadap Warga Sipil di Nabire

Lima warga sipil menjadi korban penembakan saat melintas menggunakan kendaraan. Satu orang, Masturiyadi (50), meninggal dunia akibat luka tembak di kepala. Empat lainnya mengalami luka tembak dan luka akibat serpihan kaca.

10. 21 Februari 2026 – Serangan Pos PT Kristalin, Makimi

Kelompok bersenjata dilaporkan menyerang pos perusahaan di Makimi, Kabupaten Nabire, menyebabkan dua korban meninggal dunia.


Dampak dan Sorotan

Rangkaian peristiwa tersebut menempatkan nama Aibon Kogoya sebagai salah satu figur lapangan yang kerap disebut dalam eskalasi konflik bersenjata di Papua Tengah. Berdasarkan berbagai laporan, korban dari rangkaian aksi yang dikaitkan dengan kelompok ini mencakup aparat TNI-Polri serta warga sipil, termasuk guru dan pekerja proyek infrastruktur.

Situasi keamanan di wilayah Intan Jaya, Puncak, dan sekitarnya pun kerap berada dalam status siaga menyusul berbagai insiden bersenjata.

Konflik yang terus berulang ini tidak hanya berdampak pada aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sipil yang hidup di wilayah pedalaman Papua. Infrastruktur pendidikan, kesehatan, dan telekomunikasi menjadi sasaran, memperpanjang daftar korban dan memperdalam luka sosial di tanah Papua.

Sosok Aibon Kogoya, dengan rekam jejak panjang yang dikaitkan dengan berbagai aksi bersenjata, kini menjadi salah satu nama yang terus disebut dalam dinamika konflik Papua yang belum menemukan titik akhir.

Meski demikian, Aibon Kogoya saat ini menjadi target dalam daftar pencarian orang (DPO) dari aparat keamanan, rekam kejahatan yang panjang menjadikan Aibon menjadi orang yang wajib bertanggung jawab atas segala tindakan kriminal bersenjata di Tanah Papua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!