Sempat Dilaporkan Tewas dan Terbawa Arus Sungai, Dua Anggota OPM Ternyata Masih Hidup

Dua anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, Anton Fatem dan Yesias Fatem.

BATASPAPUA.COM, MAYBRAT – Dua anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya, Anton Fatem dan Yesias Fatem, yang sebelumnya dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan personel TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Jumat (9/10/2026), ternyata masih hidup. Keduanya diketahui lolos dari penyergapan di kawasan Sungai Frambu dan menyerah beberapa hari kemudian.

Informasi tersebut terungkap dalam rilis Satuan Tugas Komando Operasi (Satgas Koops) TNI Habema pada Sabtu (17/10/2026), menyusul perkembangan operasi aparat di wilayah Maybrat. Dalam laporan itu, Anton Fatem dan Yesias Fatem disebut sebelumnya berhasil lolos dari penyergapan sebelum akhirnya menyerah kepada aparat.

Perkembangan tersebut juga berkaitan dengan penemuan satu pucuk senjata api laras panjang jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di sekitar Goa/Tower Ayata pada Jumat (16/10/2026). Penemuan itu merupakan tindak lanjut dari pengamanan dan pendalaman informasi terhadap Wakil Panglima Kodap IV/Sorong Raya, Zakarias Fatem, serta keterangan terkait kedua anggota tersebut.

“Berdasarkan laporan satuan, penemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari pengamanan dan pendalaman informasi terhadap Wapangkodap IV/Sorong Raya Zakarias Fatem yang disergap, ditangkap serta pendalaman dari Anton Fatem, dan Yesias Fatem yang sebelumnya ternyata lolos dari penyergapan di Sungai kemudian beberapa hari sebelumnya yang akhirnya menyerah,” demikian keterangan dalam rilis Satgas Koops TNI Habema, Sabtu (17/10/2026).

Sebelumnya, kontak tembak antara personel Satgas Yonif 9 Marinir dan kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya terjadi di kawasan Sungai Frambu, Kabupaten Maybrat, pada Jumat (9/10/2026), sekitar pukul 09.10 WIT.

Dalam laporan awal, tiga anggota kelompok bersenjata tersebut disebut terkena tembakan dan meninggal dunia. Namun, dari lokasi kejadian, aparat hanya menemukan satu jenazah, yakni Manfred Fatem, yang disebut sebagai Danops OPM Kodap IV/Sorong Raya.

Adapun dua anggota lainnya, Anton Fatem dan Yesias Fatem, semula dilaporkan terbawa arus sungai. Perkembangan terbaru kemudian mengungkap bahwa keduanya masih hidup, berhasil lolos dari penyergapan, dan menyerah beberapa hari setelah insiden tersebut.

Dalam operasi yang sama pada 9 Oktober 2026, personel TNI juga mengamankan satu pucuk senjata api jenis AK-101. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban dari pihak TNI dalam kontak tembak tersebut.

Perkembangan ini sekaligus mengoreksi laporan awal mengenai nasib Anton Fatem dan Yesias Fatem, yang sebelumnya disebut meninggal dunia dalam insiden kontak tembak di Sungai Frambu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!