Ketua MRP Damianus: Gereja GKI Berperan Besar dalam Membangun Peradaban di Tanah Papua
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Kayatu, mengapresiasi peran besar gereja dalam membangun peradaban masyarakat Papua, khususnya melalui pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan penyebaran Injil.
Hal tersebut disampaikan Damianus saat menghadiri peresmian gedung Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua Klasis Merauke, Jemaat GKI Siloam, Minggu (1/11/2026).
Dalam kesempatan itu, Damianus juga menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh jemaat GKI di Tanah Papua yang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70.
Menurutnya, GKI merupakan salah satu denominasi gereja besar di Tanah Papua yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi nyata dalam perkembangan kehidupan masyarakat Papua.
Ia mengungkapkan, gereja bukan hanya menjalankan misi penginjilan, tetapi juga mengambil bagian penting dalam membuka akses pendidikan, pelayanan kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Sejarah gereja-gereja di Papua hari ini membuat kita bisa menulis, membaca, dan mengenal peradaban. Itu semua karena gereja. Selain evangelisasi atau pengabaran Injil, gereja memiliki misi besar, yakni pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkap Damianus.
Ia menilai, kehadiran gereja dan para misionaris di Tanah Papua telah membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat. Melalui pelayanan tersebut, masyarakat Papua mulai mengenal pendidikan, memperoleh akses kesehatan, serta membuka diri terhadap perkembangan dunia luar.
Damianus juga mengingatkan kembali sejarah masuknya Injil di Tanah Papua melalui dua misionaris, Carl Wilhelm Ottow dan Johann Gottlob Geissler, di Pulau Mansinam, Manokwari.
Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan sejarah dan perkembangan peradaban masyarakat Papua.
Ia turut menyinggung peran gereja Katolik yang kemudian mengembangkan pelayanan misi di wilayah Fakfak dan sejumlah daerah lainnya, termasuk kawasan Papua Selatan.
“Kalau dahulu tidak ada gereja, saya membayangkan Papua ini akan seperti apa. Dahulu Papua merupakan wilayah yang sangat tertutup. Namun, melalui Injil Tuhan dan pelayanan para misionaris, tabir kegelapan itu mulai terbuka,” ujarnya.
Damianus mengatakan, kehadiran para misionaris telah memberikan kontribusi besar dalam mengubah cara pandang masyarakat terhadap kehidupan, sekaligus membuka jalan bagi perkembangan pendidikan dan peradaban di Tanah Papua.
Ia berharap, momentum peresmian gedung gereja dan peringatan 70 tahun GKI di Tanah Papua tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh jemaat untuk terus menjaga nilai-nilai pelayanan, persatuan, dan kontribusi gereja bagi kehidupan masyarakat.
Menurutnya, gereja memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk terus mengambil bagian dalam membangun sumber daya manusia Papua serta mendukung kemajuan daerah melalui pelayanan yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
Penulis: Jamal Y.Bwariat










Tinggalkan Balasan