Resmi Buka Seminar Pra-MUSORMA, Wakil Ketua DPRD Pegubin Serukan Kebangkitan Organisasi Mahasiswa
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Dalam semangat membangun kembali fondasi organisasi mahasiswa yang sempat tertidur selama tujuh tahun, Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) menggelar Seminar Pra-MUSORMA di Aula Asrama Mahasiswa Pegubin, Jalan Buper, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (19/4/2025). Acara ini merupakan langkah awal menuju Musyawarah Organisasi Mahasiswa (MUSORMA), forum tertinggi dalam organisasi yang telah lama dinanti-nantikan.
Seminar sehari tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Yohanes Agustinus Sitokdana, ST. Turut hadir dalam kesempatan tersebut anggota DPRP Papua Pegunungan dari Dapil V Fraksi PDI Perjuangan, Arni Deal, S.P., tokoh alumni IMPPETANG Yance Nawipa, S.Sos., serta sejumlah alumni dan senior IMPPETANG lainnya yang memenuhi ruangan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebangkitan organisasi mahasiswa ini.
Dalam sambutannya, Yohanes Sitokdana mengenang awal mula lahirnya MUSORMA yang pertama pada tahun 2010, di mana ia turut menjadi pelaksana bersama Yance Nawipa. Ia menekankan pentingnya forum tersebut sebagai ruang kolektif mahasiswa Pegubin untuk menyatukan gagasan, menetapkan program kerja, dan memperkuat solidaritas antargenerasi.
“MUSORMA itu penting karena di sanalah tempat adik-adik bicara, menyatukan ide, dan memutuskan arah gerak organisasi. Forum itu bukan hanya soal pemilihan pengurus, tetapi tentang membangun arah bersama demi masa depan IMPPETANG dan Pegunungan Bintang,” ujarnya penuh semangat.
Ketua Panitia MUSORMA, Melianus Kakyarmabin, menjelaskan bahwa seminar ini adalah wadah pematangan konsep dan teknis pelaksanaan MUSORMA yang akan digelar akhir bulan ini. Para narasumber yang dihadirkan merupakan figur-figur berpengalaman yang memahami seluk-beluk persidangan dan dinamika organisasi.
“Kami butuh dukungan total, terutama dari para alumni yang sekarang berada di jalur legislatif dan eksekutif. Ini bukan hanya tentang kami yang ada di bangku kuliah, tapi tentang rumah besar kita bersama: IMPPETANG,” tegas Melianus.
Lebih jauh, Melianus menyampaikan keprihatinannya atas kevakuman organisasi selama tujuh tahun terakhir. Ia menyebut bahwa masa tersebut adalah masa ‘pengorbanan’ bagi generasi mahasiswa Pegubin karena kehilangan wadah pembinaan organisasi yang ideal.
Senada dengan itu, Ketua Umum IMPPETANG, Sepei O. Kalakmabin, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang atas dukungan yang terus mengalir. Ia juga mengajak seluruh alumni dan mahasiswa dari 34 distrik yang tersebar di Jayapura, Keerom, dan Sarmi untuk bersama-sama mengawal proses MUSORMA hingga tuntas.
“Tujuh tahun kami terpuruk. Organisasi ini nyaris mati karena tidak berjalan sesuai mekanisme. Tapi kali ini kami kerja serius selama lima bulan penuh. Ini saatnya kita bangkit. Kami tidak ingin generasi berikutnya menjadi korban seperti kami,” ujarnya penuh haru.
Seminar Pra-MUSORMA menjadi simbol awal dari kebangkitan IMPPETANG sebagai wadah intelektual dan solidaritas mahasiswa Pegunungan Bintang. Dengan semangat kolektif dan dukungan lintas generasi, harapan besar menggelora bahwa MUSORMA tahun ini akan menjadi titik balik bagi IMPPETANG untuk kembali menjadi pilar penting dalam perjuangan pembangunan sumber daya manusia Pegunungan Bintang di tanah perantauan.










Tinggalkan Balasan