Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., saat memimpin apel perdana ASN di halaman Kantor Bupati, Kukding, pada Senin, 17 Maret 2025.
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) terus berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan, terutama kawasan hutan lindung. Dalam amanatnya saat apel pagi di halaman Kantor Kukding Oksibil, Senin (17/3/2025), Bupati Pegubin, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., bersama Wakil Bupati, Arnold Nam, S.AP., mengumumkan bahwa setiap hari Jumat akan dijadikan sebagai hari bersih dan penghijauan. Program ini berlaku mulai dari tingkat distrik hingga ibu kota kabupaten.
“Kita perlu kembali memperhatikan lingkungan sekitar kita. Penebangan hutan secara liar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab harus dihentikan. Oleh karena itu, setiap hari Jumat akan kita khususkan sebagai hari penghijauan dan kebersihan, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, dari tingkat kampung hingga kota,” ujar Bupati Spei.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa hutan Papua, khususnya di Pegunungan Bintang, memiliki peran penting dalam ekosistem global.
“Hutan kita ini bukan hanya milik Oksibil atau Papua, tetapi juga memberikan oksigen bagi seluruh dunia. Maka, menjaga kelestariannya adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.
Sebagai langkah konkret dalam menjaga kelestarian hutan, Bupati Spei menginstruksikan dinas terkait untuk segera menyusun program penataan kawasan hutan hingga ke wilayah perkotaan. Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah pembangunan infrastruktur kota Oksibil dengan material permanen, seperti batu bata dan baja ringan, guna mengurangi eksploitasi kayu secara berlebihan.
Puluhan ASN Pemerintah Daerah Pegunungan Bintang mengikuti Apel Perdana yang dipimpin langsung oleh Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., di halaman Kantor Bupati, Kukding, pada Senin, 17 Maret 2025.
“Sebagian besar wilayah Pegunungan Bintang merupakan daerah rawan longsor dan berada dalam kawasan hutan lindung. Oleh karena itu, aktivitas jual beli hutan harus dilarang. Saya tegaskan, eksploitasi hutan harus dihentikan,” tegasnya.
Bupati Spei juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya menjaga kelestarian hutan. Ia berharap adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dalam upaya ini. Selain itu, ia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengambil peran sebagai pengelola kehutanan, mengingat hingga saat ini belum ada instansi khusus yang menangani sektor kehutanan di Oksibil.
Dengan program ini, diharapkan Pegunungan Bintang dapat terus mempertahankan kelestarian hutannya, demi keberlangsungan hidup generasi mendatang dan ekosistem global. (*)
Tinggalkan Balasan