Hasil Persuasif Satgas Koops TNI Habema, Anggota OPM Dan Simpatisan Kembali Ke NKRI
BATASPAPUA.COM, INTAN JAYA – Satgas Koops TNI Habema melaporkan enam orang yang disebut memiliki keterkaitan dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam dua kegiatan yang berlangsung berturut-turut di Kabupaten Intan Jaya dan Kabupaten Puncak, Papua Tengah.
Lima orang disebut sebagai simpatisan OPM Kodap VIII/Intan Jaya, sementara satu orang lainnya merupakan anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga. Koops TNI Habema menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari hasil pendekatan komunikasi sosial dan pembinaan teritorial yang dilakukan secara persuasif.
Peristiwa pertama berlangsung di Titik J2 Satgas Yonif 744/SYB, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (6/9/2026).
Lima orang berinisial JJ, PB, RS, NS dan MS disebut secara sukarela menyatakan ikrar setia kepada NKRI. Kelimanya memiliki latar belakang berbeda, mulai dari pelajar, pengemudi ojek hingga pekerja mandiri.
Menurut keterangan Koops TNI Habema, sebelum mengambil keputusan tersebut, kelima orang itu mengikuti proses komunikasi dan dialog persuasif setelah sebelumnya terindikasi melakukan interaksi dengan pimpinan TPNPB-OPM Kodap VIII/Intan Jaya.
Sementara itu, kegiatan serupa berlangsung di Kabupaten Puncak pada Senin (7/9/2026).
Seorang pria bernama Erison Murib alias Buton Murib (22), yang disebut sebagai anggota OPM Kodap XXXIV/Beoga pimpinan Arodi Kulla, menyatakan ikrar setia kepada NKRI dalam prosesi yang digelar di Lapangan Koramil 1717-03/Beoga.
Koops TNI Habema menyebut Erison sebelumnya berperan sebagai penyuplai logistik kelompok bersenjata dan terindikasi pernah terlibat dalam kerusuhan Julukoma pada 2019.
Diwarnai Dukungan Keluarga
Prosesi ikrar setia di kedua wilayah tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Kegiatan dihadiri jajaran Satgas, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama serta masyarakat setempat.
Dalam prosesi tersebut, para peserta mengenakan pakaian batik, menandatangani surat ikrar kesetiaan dan mencium Bendera Merah Putih. Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat.
Di Beoga, suasana haru terlihat ketika pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan aparat TNI. Keluarga juga meminta dukungan agar Erison dapat melanjutkan pendidikan di Sekolah Alkitab.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, mengatakan pihaknya mengapresiasi keputusan para warga yang memilih meninggalkan konflik dan menempuh jalan damai.
Menurutnya, TNI membuka ruang bagi pihak-pihak yang ingin meninggalkan kelompok bersenjata dan kembali hidup bersama masyarakat.
“Pintu persaudaraan selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang ingin meletakkan senjata,” demikian keterangan Koops TNI Habema yang disampaikan melalui Kepala Penerangan Koops TNI Habema.
Ia mengatakan Koops TNI Habema akan terus mengedepankan komunikasi sosial serta memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
Selain itu, TNI menyatakan akan mendukung proses pemulihan sosial bagi mereka yang telah meninggalkan kelompok bersenjata agar dapat kembali beraktivitas dan berbaur di tengah masyarakat.
Koops TNI Habema menilai keputusan enam orang tersebut menunjukkan bahwa pendekatan komunikasi dan pembinaan teritorial dapat menjadi salah satu instrumen dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai.
TNI juga mengajak pihak-pihak yang masih berada dalam kelompok bersenjata untuk mempertimbangkan jalan damai dan kembali bergabung dengan masyarakat.
Berdasarkan keterangan Koops TNI Habema, situasi keamanan di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, dan Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, setelah kegiatan tersebut dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Penulis: Jamal Bwariat










Tinggalkan Balasan