Athanasius Resmi Buka Pelatihan Aplikasi DAPODIK dan ARKAS untuk TK, PAUD, dan PKBM
BATASPAPUA.COM, Oksibil – Dinas Pendidikan, Kearsipan, dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang melalui Bidang Pembinaan Pendidikan Formal dan Nonformal (PNFI) menggelar pelatihan penggunaan Aplikasi Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) dan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) bagi para operator sekolah tingkat TK, PAUD, dan PKBM.
Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 11—12 Juni 2025, di Laboratorium Komputer Yayasan Alfa Mandala Papua, Kompleks Pasar Sentral Oksibil, Distrik Kalomdol, Papua Pegunungan.
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Sekretaris Dinas Pendidikan, Kearsipan, dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Athanasius Seran Tae, S.S., M.Pd, mewakili Kepala Dinas, Geraldus A. Bidana, S.Pd., M.PA. Dalam sambutannya, Athanasius menekankan pentingnya validitas data dalam sistem DAPODIK sebagai dasar utama dalam penyelenggaraan pendidikan, Rabu (11/6/2025).
“DAPODIK merupakan sumber utama semua data pendidikan, mulai dari jumlah guru, siswa, hingga alokasi dana BOS. Jika data tidak valid, termasuk NIK siswa, maka proses pengajuan dana BOS bisa terganggu. Validitas ini dimulai dari PAUD hingga ke jenjang SMA dan SMK,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kerja sama para operator sekolah yang selama ini telah menunjukkan progres positif dalam pengelolaan data pendidikan.
“Saya berharap pelatihan ini dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hingga saat ini, Pegunungan Bintang menjadi salah satu daerah dengan pengelolaan DAPODIK terbaik. Tahun ini, tingkat partisipasi untuk SMA, SMK, dan SMP telah mencapai 100 persen, sementara SD sudah mencapai 98 persen,” tambahnya.
Fransi Kalaka, S.Pd., M.Pd, selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program tahunan dinas dalam rangka peningkatan kapasitas operator sekolah.
“Pelatihan dibagi menjadi dua sesi: hari pertama fokus pada aplikasi DAPODIK untuk 10 peserta, dan hari kedua pelatihan ARKAS yang diikuti oleh 50 peserta,” jelas Fransi.
Sementara itu, Yakobus Okesan, Kepala Bidang PNFI, menjelaskan bahwa pelatihan ini difokuskan terlebih dahulu pada sekolah-sekolah di sekitar Kota Oksibil dan distrik sekitarnya seperti Serambakon, Iwur, Kalomdol, dan Okaom.
“Setelah pelatihan ini, kami akan menjangkau sekolah-sekolah di luar wilayah Oksibil. Fokus utama adalah memberikan pemahaman teknis kepada para operator TK, PAUD, dan PKBM agar dapat memperbaiki dan memvalidasi data sekolah mereka,” ungkapnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi dan efisiensi pengelolaan data pendidikan serta mendukung kelancaran administrasi dan keuangan sekolah secara menyeluruh di Kabupaten Pegunungan Bintang. (ADM)










Tinggalkan Balasan