MERASA HAK DICURI, Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua Tengah Desak KPU Kembalikan Suara Rakyat

BATASPAPUA.COM, NABIRE – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua (OAP) Tengah menggelar aksi demo damai di depan SMP YPPK St. Antonius Nabire, Selasa (12/3/2024).
Massa mendesak KPU Provinsi Papua Tengah untuk segera mengembalikan suara para Calon Legislatif (Caleg) Orang Asli Papua yang diduga dihilangkan oleh Bawaslu dan KPU Papua Tengah.
Massa juga membentangkan spanduk bertuliskan “Segara Kembalikan Hak Sulungan Orang Asli Papua Tengah Kursi DPR RI, Yang Telah Diserahkan Secara Noken oleh Orang Asli Papua Tengah”.
Ketua Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Yohanes Degei dalam orasinya mengatakan, KPU Provinsi Papua Tengah diduga telah menghilangkan suara para Celeg Orang Asli Papua.
“Seluruh masyarakat Papua Tengah meminta KPU Papua Tengah dan Bawaslu untuk segera mengembalikan suara rakyat,” tegas Degei.
Degei menjelaskan, rakyat telah memberikan ribuan suara dari setiap kabupaten kepada para Calon Legislatif OAP dari Papua Tengah namun ribuan suara tersebut dihilangkan oleh KPU Provinsi.
“Masyarakat sudah memberikan ribuan suara kepada OAP yang maju DR RI, Orang non OAP saja yang suara lebih, OAP punya suara hilang semua jadi kami minta KPU harus kembalikan semua suara kepada pemiliknya yaitu masyarakat,” katanya.
Dirinya juga menilai KPU Papua Tengah dan Bawaslu setempat diduga terlibat sebagai tim sukses para Caleg DPR RI non Papua.
“Non Papua yang maju di Papua Tengah sebenarnya belum mendapat suara dari masyarakat OAP karena ini sistem ikat atau noken tetapi suara dalam noken itu dihilangkan oleh KPU,” ujarnya.
Dirinya berharap aspirasi yang disampaikan ini segera direspons baik oleh KPU dan Bawaslu Papua Tengah.
Diketahui, beberapa pimpinan partai politik bersama para Caleg pun turut hadir dalam aksi ini bersama delapan kepala suku dan ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Orang Asli Papua Tengah.
Hingga orasi selesai, aksi massa ini berjalan dengan kondusif, meskipun ratusan personil kepolisian disiagakan untuk mengamankan jalannya aksi.
(redaksi/BP)










Tinggalkan Balasan