Viral, Pria Asal Intan Jaya Tuntaskan Ibadah di Tanah Suci: “Saya Orang Asli Papua, Bukan Pendatang”
BATASPAPUA.COM, MEKKAH — Di tengah jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia yang memadati Tanah Suci, sebuah momen sederhana namun sarat makna datang dari seorang pria asli Papua. Mepa Aprianus Sondegau, yang juga dikenal dengan nama Abdul Sondegau, memperlihatkan momen haru saat menunaikan ibadah di depan Ka’bah, Mekah.
Melalui akun TikTok pribadinya, @abdullgaul12, Abdul Sondegau membagikan video singkat yang langsung menyita perhatian publik. Dalam rekaman tersebut, Abdul tampak berdiri di hadapan Ka’bah bersama jamaah lainnya, mengangkat tangan, menyampaikan salam, serta melantunkan doa dan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang ia peroleh untuk menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Dengan suara tenang dan penuh keyakinan, Abdul menyampaikan rasa syukur mendalam kepada Allah SWT. Ia juga menegaskan identitas dirinya sebagai orang asli Papua, tepatnya berasal dari Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah, sebuah wilayah pegunungan yang selama ini kerap diberitakan dalam konteks konflik, keterbatasan akses, dan tantangan pembangunan.
“Kalau ada dari Intan Jaya yang sudah pernah ke sini, tolong di komentar, tandain saya. Saya orang asli Intan Jaya, bukan pendatang,” ujar Abdul Sondegau dalam video tersebut.
Pernyataan itu bukan sekadar sapaan ringan kepada sesama warga Papua, melainkan sebuah penegasan identitas yang kuat. Di tengah narasi besar tentang Papua yang sering direduksi pada persoalan keamanan dan keterbelakangan, kehadiran Abdul Sondegau di Tanah Suci menjadi simbol bahwa orang asli Papua juga memiliki ruang, kesempatan, dan hak yang sama untuk menjalani ibadah serta menunaikan rukun Islam.
Momen tersebut sekaligus mematahkan stigma bahwa masyarakat asli Papua, terutama dari wilayah pedalaman seperti Intan Jaya yang tidak memiliki akses terhadap perjalanan ibadah ke luar negeri. Video Abdul menjadi representasi harapan, sekaligus kebanggaan bagi banyak orang Papua yang menyaksikannya di media sosial.
Tak sedikit warganet yang merespons positif unggahan tersebut. Sejumlah komentar menyampaikan rasa bangga, haru, dan doa agar Abdul Sondegau senantiasa diberi kesehatan serta keberkahan. Bagi sebagian masyarakat Papua, kehadiran seorang putra asli Intan Jaya di depan Ka’bah memiliki makna simbolik yang mendalam: bahwa iman, doa, dan keteguhan hati mampu menembus batas geografis dan stigma sosial.
Di balik kesederhanaan video itu, tersimpan pesan kuat tentang identitas, kesetaraan, dan pengakuan. Abdul Sondegau tidak hanya menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan, tetapi juga memperkenalkan Papua khususnya Intan Jaya kepada dunia dari titik paling sakral dalam peradaban Islam.
Bagi Abdul, perjalanan spiritual ini bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang membawa nama tanah kelahirannya ke hadapan Ka’bah, sebagai bukti bahwa orang asli Papua ada, hadir, dan berdiri sejajar dengan umat lainnya di hadapan Sang Pencipta. (*)










Tinggalkan Balasan