Bobon Santoso Tawarkan Rp1 Miliar untuk Bebaskan 9 Warga Sipil yang Disandera OPM

BATASPAPUA.COM, JAKARTA – YouTuber Bobon Santoso mengambil langkah tak biasa di tengah dugaan penyanderaan warga sipil di Papua. Ia menawarkan uang sebesar Rp1 miliar sebagai tebusan untuk membantu membebaskan sembilan warga yang disebut masih berada dalam penyanderaan kelompok yang oleh Bobon disebut sebagai OPM.

Tawaran tersebut disampaikan Bobon melalui video yang diunggah di media sosial pada Jumat (5/9/2026). Dalam pernyataannya, ia menyebut dugaan penyanderaan terjadi pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 13.00 waktu setempat dan hingga kini belum berakhir.

Bobon menyatakan mayoritas dari sembilan orang yang disebut menjadi korban merupakan perempuan dan anak-anak, termasuk mereka yang masih berusia di bawah umur. Ia juga menyebut aksi tersebut diduga dipimpin oleh kelompok yang dikaitkan dengan Prisko Lokbere.

“Penyanderaan ini masih berlangsung hingga saat ini dan melibatkan warga sipil, terlebih lagi anak-anak di bawah umur. Situasi ini merupakan krisis kemanusiaan dan berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional,” kata Bobon.

Bobon menegaskan bahwa masyarakat sipil, terlebih anak-anak, tidak semestinya menjadi sasaran maupun bagian dari konflik bersenjata. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam konflik untuk tidak menyeret warga sipil ke dalam pertikaian.

“Jika berkonflik dengan aparat negara memang menjadi pilihan, silakan. Namun, jangan seret masyarakat sipil, terlebih anak-anak ke dalam pusaran konflik,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Bobon kemudian menyampaikan tawaran Rp1 miliar untuk pembebasan sembilan warga tersebut.

“Saya atas nama pribadi memohon kepada pihak OPM untuk melepaskan sembilan sandera dengan tebusan Rp1 miliar untuk keselamatan dan kebebasan mereka,” kata Bobon.

Ia menyebut sembilan warga tersebut terdiri dari berbagai usia, mulai dari anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar hingga remaja. Bobon juga menyebut terdapat seorang perempuan yang menurut informasi yang diterimanya sedang dalam kondisi hamil muda.

Bobon menegaskan, uang Rp1 miliar tersebut merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili pemerintah, institusi, maupun pihak lainnya.

“Saya menegaskan bahwa pernyataan ini sepenuhnya lahir dari inisiatif pribadi. Tidak ada campur tangan, intervensi, arahan, atau keterlibatan pihak mana pun,” tegasnya.

Ia juga memberikan penekanan bahwa tawaran tersebut tidak hanya ditujukan untuk membebaskan sebagian korban. Bobon meminta seluruh sembilan warga yang disebut menjadi sandera dapat kembali dalam keadaan selamat.

“Rp1 miliar ini saya tawarkan untuk sembilan sandera. Kesembilan harus pulang tanpa ada satu pun yang tertinggal dan dalam keadaan selamat,” katanya.

Bobon selama ini dikenal cukup aktif melakukan kegiatan sosial di Papua. Ia beberapa kali datang ke sejumlah wilayah untuk memasak dalam jumlah besar dan membagikan makanan kepada masyarakat, termasuk anak-anak.

Kini, kepeduliannya terhadap Papua kembali ia tunjukkan dengan menyerukan pembebasan warga sipil yang disebut masih berada dalam penyanderaan.

Selain menawarkan uang, Bobon juga membuka ruang komunikasi bagi pihak yang dapat menjadi penghubung dengan pihak-pihak terkait. Ia berharap komunikasi tersebut dapat membuka jalan penyelesaian tanpa mengorbankan keselamatan warga sipil.

Namun, hingga saat ini, klaim mengenai dugaan penyanderaan sembilan warga tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak berwenang maupun sumber independen. Identitas lengkap para korban, lokasi penyanderaan, serta kondisi terkini mereka juga belum dijelaskan secara terperinci dalam pernyataan Bobon.

Yang jelas, Bobon menempatkan keselamatan sembilan warga tersebut sebagai prioritas utama dan meminta agar mereka dapat dibebaskan seluruhnya, tanpa ada korban yang tertinggal. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!