Serda Hamdani Gugur Dibakar KKB di Nabire? Keluarga Berduka, TNI: Status Masih Belum Dipastikan
BATASPAPUA.COM, NABIRE – Insiden penyerangan terhadap Pos Palang/Jaga 1 milik PT Kristalin Eka Lestari di Kampung Legari, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (21/2), yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua pimpinan Aibon Kogoya, kini menyisakan duka dan tanda tanya.
Nama Serda Hamdani, prajurit TNI dari Denintel Kodam XVII/Cenderawasih, disebut-sebut menjadi salah satu dari dua korban dalam serangan bersenjata yang juga membakar pos pengamanan tersebut.
Serda Hamdani dilaporkan gugur saat menjalankan tugas pengamanan di kawasan operasional perusahaan. Serangan mendadak itu tidak hanya meluluhlantakkan pos jaga, tetapi juga merenggut korban jiwa dari aparat yang bertugas di garis depan pengamanan wilayah rawan tersebut.
Kabar duka itu pertama kali beredar luas melalui media sosial, termasuk akun Facebook keluarga dan rekannya, serta sejumlah laman berita di Sulawesi Selatan. Informasi tersebut dengan cepat sampai ke kampung halaman almarhum di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros.
Sejak Minggu pagi, rumah keluarga Hamdani dipenuhi kerabat dan warga yang datang melayat. Suasana haru menyelimuti kediaman orang tuanya yang masih menanti kepastian kedatangan jenazah.
Ayah almarhum, Hamka, mengaku menerima kabar duka pada Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WITA. Ia memastikan informasi itu setelah melihat identitas yang mencantumkan tanggal lahir putranya, 30 Agustus 1990.
Komunikasi terakhir keduanya terjadi pada 15 Februari 2026. Saat itu, Serda Hamdani mengirimkan uang untuk membantu persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
“Dia kirim uang untuk persiapan puasa. Itu komunikasi terakhir kami,” ujar Hamka dengan suara bergetar.
Serda Hamdani yang berusia 36 tahun diketahui tengah menjalankan tugas monitoring dan pengamanan wilayah di Nabire, daerah yang dalam beberapa waktu terakhir kerap diwarnai aksi kekerasan kelompok bersenjata.
Jika kabar tersebut benar, gugurnya Hamdani akan menambah daftar panjang aparat yang menjadi korban dalam eskalasi gangguan keamanan di Papua Tengah.
Namun di tengah derasnya arus informasi, TNI menyatakan belum dapat memastikan status Serda Hamdani.
Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Tri Purwanto, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan verifikasi data di lapangan. Ia merespons pemberitaan yang menyebutkan Hamdani telah gugur dan dikebumikan di Maros sebagai informasi yang belum terkonfirmasi secara resmi.
“Data awal yang kami terima menyebutkan bahwa Serda Hamdani, anggota Denintel Kodam yang sedang melakukan monitoring wilayah di Nabire, status keberadaannya masih belum diketahui,” tegas Tri Purwanto.
Ia menambahkan bahwa institusinya tetap berpedoman pada hasil rilis resmi tim investigasi untuk memastikan kebenaran informasi.
“Kami menghargai informasi yang beredar di media, tetapi untuk kepastian dan keabsahan data, kami tetap menunggu hasil resmi,” ujarnya.
Sementara itu, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan intensif dan pengejaran terhadap pelaku penyerangan yang menyebabkan jatuhnya korban di Pos Palang/Jaga 1.
Di satu sisi, keluarga di Maros diliputi duka dan harap yang bercampur. Di sisi lain, publik menanti kepastian resmi dari otoritas militer mengenai nasib prajurit yang disebut gugur saat menjalankan tugas negara di tanah Papua. (*)










Tinggalkan Balasan