Sekda: Pertumbuhan Ekonomi Papua Selatan Melambat di 2025

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu. Foto: Istimewa

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Selatan pada tahun 2025 tercatat mengalami perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah pun mendorong langkah strategis guna memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi dan penguatan sektor unggulan daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan, Ferdinandus Kainakaimu, menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Papua Selatan pada 2025 tercatat sebesar 3,38 persen, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,509 persen.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Papua Economic and Investment Forum (PEIF) ke-1 Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Swiss-Belhotel Merauke, Senin (10/3/2026).

“Kondisi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa diperlukan langkah-langkah strategis untuk terus menjaga dan memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi di daerah,” ujar Ferdinandus dalam sambutannya.

Menurutnya, struktur perekonomian Papua Selatan saat ini masih didominasi oleh lapangan usaha pertanian dan perdagangan. Karena itu, penguatan terhadap sektor-sektor tersebut perlu terus dilakukan, disertai pengembangan sektor potensial lainnya agar perekonomian daerah semakin kokoh, berdaya saing, serta mampu tumbuh secara berkelanjutan.

Ferdinandus menegaskan bahwa wilayah Papua, termasuk Papua Selatan, memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Sumber daya alam, sektor pertanian, perkebunan, serta berbagai sektor unggulan lainnya dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan lebih optimal.

“Kita memiliki sumber daya alam, potensi pertanian, perkebunan serta berbagai sektor unggulan lainnya yang dapat dikembangkan secara lebih optimal,” katanya.

Ia menambahkan bahwa potensi tersebut perlu diterjemahkan menjadi peluang investasi yang konkret, terstruktur, dan layak ditawarkan kepada investor. Oleh karena itu, pemahaman mengenai standar Investment Project Ready to Offer (IPRO) dinilai penting agar proyek-proyek unggulan daerah dapat dikemas lebih siap, kredibel, dan kompetitif di mata investor.

Dalam kesempatan itu, Ferdinandus juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Papua yang telah memfasilitasi penyelenggaraan forum tersebut dengan melibatkan pemerintah daerah serta Dinas Penanaman Modal dari berbagai wilayah di Papua.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Papua yang memfasilitasi kegiatan ini dengan melibatkan seluruh pemerintah daerah dan Dinas Penanaman Modal di wilayah Papua,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai ruang untuk memperluas wawasan, bertukar gagasan, serta membangun jejaring kerja sama yang produktif.

Ferdinandus berharap melalui sinergi yang semakin kuat antar pemangku kepentingan, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Papua Selatan maupun wilayah Tanah Papua dapat terwujud. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!