Gubernur Apolo Safanpo: PSN Percepat Pembangunan dan Dorong Kesejahteraan Masyarakat
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan instrumen penting dalam mempercepat pembangunan nasional maupun daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Hal tersebut disampaikan Apolo saat menjadi pemateri dalam diskusi publik bertema PSN dan Kesejahteraan Masyarakat yang diselenggarakan Barisan Merah Putih (BMP) RI bekerja sama dengan BMP Kota Jayapura di Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Apolo, PSN bukanlah program baru, melainkan agenda pembangunan yang telah lama menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
“PSN ini sebelum kita ada, dia sudah ada, setiap tahun ada PSN,” ujar Apolo di sela-sela penyampaian materi.
Ia menjelaskan, proyek strategis yang didanai melalui APBN disebut PSN, sedangkan program strategis yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dikenal sebagai Program Strategis Daerah (PSD).
“PSN dan PSD ini sebelum kita lahir sudah ada, setiap tahun dilaksanakan. Ini bukan barang baru,” tegasnya.
Apolo mengungkapkan, saat ini Pemerintah Provinsi Papua Selatan bersama pemerintah kabupaten tengah melaksanakan sejumlah PSD serta dua PSN utama, yakni pengembangan pertanian padi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan proyek tebu terintegrasi bioetanol untuk mendukung ketahanan energi.
Menurutnya, ketahanan pangan dan energi menjadi indikator penting kekuatan suatu daerah maupun negara.
“Kalau daerah tidak punya makanan dan energi, maka akan bergantung pada daerah lain dan negara lain,” katanya.
Ia menyebut, Papua Selatan kini telah mampu memproduksi hampir 150 ton beras yang didistribusikan ke sejumlah kabupaten di wilayah Papua.
Apolo juga menyampaikan pernyataan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang menilai Papua Selatan sebagai salah satu kawasan pertanian potensial di dunia karena memiliki hamparan lahan pertanian yang luas dan mendukung upaya swasembada pangan nasional.
Selain sektor pangan dan energi, Apolo menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang terintegrasi melalui tiga sektor utama, yakni produksi, distribusi, dan pasar.
Menurutnya, ketiga sektor tersebut harus dibangun secara bersamaan agar roda perekonomian berjalan optimal.
“Kalau produksi tinggi tetapi distribusi dan pasar tidak ada, maka ekonomi tidak akan berjalan. Sebaliknya, pasar ada tetapi produksi tidak tersedia juga akan menjadi masalah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan sektor produksi memerlukan dukungan lahan, pupuk, alat mesin pertanian, serta sumber daya manusia yang memadai.
Di sisi lain, pemerintah juga harus memastikan ketersediaan sarana transportasi dan akses pasar agar hasil produksi dapat terserap dengan baik.
Dalam kesempatan itu, Apolo turut menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Papua Selatan harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan hak-hak masyarakat adat.
“Tujuan pembangunan adalah masyarakat harus sejahtera. Jangan sampai wilayah dibangun tetapi masyarakatnya termarginalkan,” katanya.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- Barisan Merah Putih RI
- diskusi publik PSN
- ekonomi Papua Selatan
- Gubernur Apolo Safanpo
- hak masyarakat adat Papua
- investasi Papua Selatan
- kesejahteraan masyarakat papua
- ketahanan energi nasional
- ketahanan pangan nasional
- pembangunan berkelanjutan Papua
- pembangunan ekonomi Papua
- pembangunan Papua Selatan
- pertanian Papua Selatan
- produksi beras Papua
- proyek padi Merauke
- Proyek Strategis Nasional
- proyek tebu bioetanol Merauke
- PSN Papua Selatan
- swasembada energi
- swasembada pangan Indonesia










Tinggalkan Balasan