Bukan Hanya Akses Wanam-Muting, Ini Sejumlah Jalan Di Papua Selatan Yang Sedang Dikerjakan Tahun 2026
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, guna meningkatkan konektivitas antarwilayah hingga ke kampung-kampung.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama masyarakat di Kampung Kaptel, Distrik Kaptel, Sabtu (11/6/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya terkait infrastruktur jalan yang menjadi kebutuhan utama warga.
Dalam dialog tersebut, perwakilan masyarakat melalui kepala distrik menyampaikan harapan percepatan pembangunan jalan. Menanggapi hal itu, Gubernur Apolo menjelaskan bahwa pembangunan jalan di wilayah Merauke terbagi sesuai kewenangan masing-masing tingkat pemerintahan.
“Jalan yang dibangun pemerintah pusat disebut jalan nasional dan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR. Jalan provinsi ditangani pemerintah provinsi melalui Dinas PU, sedangkan jalan kabupaten menjadi kewenangan pemerintah kabupaten,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Selatan saat ini fokus mengintegrasikan seluruh jaringan jalan tersebut agar saling terhubung dari pusat hingga ke kampung.
“Konektivitas ini penting agar distribusi barang dan mobilitas masyarakat dari luar Papua yang masuk melalui jalan nasional dapat tersalurkan hingga ke jalan provinsi, kabupaten, bahkan sampai ke kampung,” ujarnya.
Saat ini, pembangunan jalan dilakukan secara simultan oleh ketiga level pemerintahan. Salah satu proyek strategis nasional yang tengah berjalan adalah pembangunan ruas jalan Wanam–Muting dengan panjang sekitar 165 kilometer.
Selain itu, pemerintah provinsi juga tengah membangun, memperbaiki, dan meningkatkan kualitas sejumlah ruas jalan di berbagai wilayah. Pembangunan meliputi pembukaan jalan baru, perbaikan jalan rusak, serta peningkatan kualitas jalan dari beton menjadi aspal.
Adapun beberapa ruas yang sedang dikerjakan antara lain jalur Merauke–Kuprik–Jagebob–Erambu–Toray–Wasur–Sota, hingga wilayah Tanah Miring, Salor, Kumbe, Onggari, Burse, Domande, dan Muara Bian. Pembangunan juga mencakup jalur Wapeko–Senegi–Tamulik hingga Kwemsik yang terhubung ke beberapa distrik lainnya seperti Okaba dan Ngguti.
Gubernur Apolo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tersebut membutuhkan dukungan penuh dari masyarakat, termasuk izin dan restu adat.
“Pembangunan jalan ini akan memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat di masa depan,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan masa depan generasi mendatang.
Menutup dialog, Gubernur menanyakan secara langsung kesediaan masyarakat terhadap pembangunan jalan nasional ruas Wanam–Muting. Masyarakat Kampung Kaptel dan kampung sekitar yang hadir secara serempak menyatakan dukungan dan menerima pembangunan tersebut.
Dukungan ini menjadi sinyal positif bagi percepatan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua Selatan.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
Editor: Adm
- akses transportasi Papua
- Apolo Safanpo
- ekonomi Papua Selatan
- Headline
- infrastruktur Papua Selatan
- jalan kabupaten Merauke
- jalan nasional Wanam Muting
- jaringan jalan Papua
- konektivitas antar kampung
- Papua Selatan
- pembangunan daerah terpencil
- pembangunan distrik Kaptel
- pembangunan infrastruktur Indonesia
- pembangunan jalan Merauke
- pembangunan jalan provinsi
- proyek PUPR Papua










Tinggalkan Balasan