Satu Pentolan KKB Papua Bernama Alfons Sorri Tewas Ditembak Saat Penyisiran Aparat di Maybrat

Mereka juga mengklaim delapan prajurit TNI tewas dalam penyergapan yang disebut terjadi di dua titik berbeda.

“Kami berhasil menembak anggota teroris delapan orang. Mereka meninggal di tempat. Enam orang di depan pos, Pos Menir. Dua orang di jalan besar, jalan umum, jalan aspal. Jadi jumlah keseluruhan delapan orang,” kata Komandan Operasi Kowip II, Rumana Samuel Asem.

Pernyataan tersebut secara langsung menantang versi resmi aparat keamanan yang sebelumnya menyebut jumlah korban lebih sedikit. Dalam pernyataannya, Asem bahkan mendesak pimpinan militer dan pemerintah pusat untuk mengakui adanya korban sesuai klaim pihaknya.

DIberitakan sebelumnnya, kontak tembak di Kampung Sori sendiri terjadi sekitar pukul 07.00 WIT dan berujung pada gugurnya dua prajurit Marinir TNI AL, yakni Prada Marinir Elki Saputra dan Prada Marinir Andi Suvio. Satu prajurit lainnya, Kopda Marinir Eko Sutikno, mengalami luka tembak dan kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Angkatan Laut di Kota Sorong.

Bupati Maybrat Karel Murafer menyebut insiden tersebut menjadi pukulan berat karena menambah daftar korban dalam konflik bersenjata di wilayah rawan tersebut.

“Peristiwa penyerangan terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat, Kabupaten Maybrat, sehingga mengakibatkan putra terbaik bangsa 3 orang yang kena tembak, lalu 2 yang sudah gugur, 1 lagi dirawat,” ujarnya.

Insiden ini kembali menegaskan tingginya eskalasi keamanan di wilayah Aifat Selatan, sekaligus memunculkan pertanyaan baru terkait klaim-klaim yang saling bertolak belakang dari kedua pihak mengenai kronologi, korban, serta barang rampasan dalam peristiwa tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!