Resmikan SMK Negeri Iwur, Bupati Spei Dorong Anak Muda Pegubin Jadi Petani Modern

YouTube player

Nonton Berita selengkapnya di atas ⤴️

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, meresmikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Pertanian Iwur di Kampung Imsin, Distrik Iwur, pada Jumat (1/3/2024).

Peresmian ini dilakukan dengan pengguntingan pita oleh Bupati Spei yang didahului dengan pemberkatan oleh pastor paroki setempat.

Sebelum peresmian Bupati Spei mengatakan, lembaga pendidikan ini cocok ditempatkan di Iwur yang sejak dulu dikenal sebagai sentra pertanian Kabupaten Pegunungan Bintang.

Oleh karena itu, dirinya berharap dengan adanya SMK ini, maka semakin banyak anak muda yang terjun menjadi petani dan peternak demi kemandirian ekonomi mereka serta dibangunnya Jembatan Digul 1 sebagai penghubung Oksibil dan Iwur, sehingga hasil pertanian dan ternak akan mudah dibawa dan dijual ke Kota Oksibil dan sekitarnya.

“Jadi setelah saya resmikan ini, silahkan para siswa dan bapak ibu guru mulai masuk dan tinggal, bertani dan berkebun di dalam kompleks dan menjadi contoh yang menarik minat siswa-siswi baru ke depan,” ujar Bupati Spei.

Menurut Spey Sekolah SMK Negeri Iwur berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektar. Lahan ini resmi diserahkan oleh masyarakat setempat kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Pegunungan Bintang, sesuai kesepakatan bersama. dan pada tahun 2023, Pemda Pegubin telah menyerahkan biaya kompensasi dan ucapan terima kasih sebesar Rp 500 juta.

Sementara itu ditahun 2024 ini, melalui pemkab Pegunungan Bintang, Bupati Spei akan menyerahkan anggaran sebesar Rp 1 Miliar kepada pemilik hak ulayat, sehingga dirinya berharap masyarakat tidak boleh palang-memalang dan saling mengklaim dengan alasan apapun yang dapat mengganggu aktivitas pendidikan.

“Sementara tahun 2024 kita akan serahkan Rp 1 miliar kepada para pemilik hak ulayat. Jadi saya harap masyarakat tidak boleh palang dan klaim-klaim dengan alasan apapun yang mengganggu aktivitas pendidikan anak-anak kita,” tegas Spei Bidana.

Bupati Spei Bidana juga memperkenalkan sekaligus mengapresiasi sosok anak muda Iwur bernama Demianus Okesan yang tengah menjadi penggerak bagi petani padi ladang di Iwur.

“Dia dimana, mari ke depan adik. Jadi adik ini sudah belajar ilmu pertanian di Bandung dan pulang mulai menggeraakan warga memproduksi padi ladang. Mereka sudah produksi puluhan ton padi. Ladang mereka bisa menjadi tempat praktek anak-anak SMK Pertanian Iwur ke depan,” tegasnya.

 

Alasan Memilih Iwur

Kepala Bidang SMA/SMK pada Dinas Pendidikan Pegunungan Bintang, Atanasius Sebastian Seran, mengaku Distrik Iwur sangat cocok sebagai lokasi dibangunnya SMK Negeri Pertanian, karena potensi pertanian di wilayah ini sangat menjanjikan.

“SMK ini akan ada tiga jurusan yakni Pertanian, Peternakan dan Perikanan Air Tawar. Yang sementara jalan Pertanian dulu dengan jumlah siswa awal sebanyak 18 orang mulai tahun ajaran ini. Dua jurusan lain nanti menyusul. Kita berharap dalam proses itu, kebutuhan sayur dan lauk untuk Oksibil kita tidak datangkan dari Jayapura lagi. Kita harus bisa produksi sendiri,” katanya.

Menurut Atanasius, terdapat dua SMK yang akan dibangun Pemerintah Pusat dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pegunungan Bintang menjadi salah satunya.

Atanasius menjelaskan, sekolah ini dilengkapi dengan fasilitas ruang praktek siswa, laboratorium, 9 Ruang Kelas Baru (RKB), 6 unit rumah guru, rumah ibadah, perpustakaan, dan tiga toilet.

“Jadi kita bersyukur sekali bisa dapat karena semua daerah baku rebut SMK seperti ini. SMK ini adalah 1 dari 5 sekolah baru yang kita buka di Pegubin, dan Puji Tuhan semuanya dapat dana BOS tahun ini. Tentu karena awal, butuh dorongan dan dukungan dari Pemda,” kata Atanasius.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pegunungan Bintang, Ocotoviaen Gerald Bidana, mengatakan SMK seperti ini sangat cocok di wilayahnya karena dapat menjadi lembaga yang akan melahirkan para petani dan peternak yang modern.

“Tapi di SMK yang baru seperti ini, lebih menekankan guru produktif, beda dengan SMK lama. Jadi tahun ini kita akan jajaki agar tahun depan harus isi guru-guru produktif sebagai pengajar sesuai jurusan masing-masing,” katanya.

Oleh karena itu, Gerald meminta agar informasi tentang kebutuhan guru produktif bagi SMK ini dapat disebarluaskan dan akan dihadirkan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK se-Kabupaten Pegunungan Bintang di Oksibil.

Diketahui Peresmian SMK Negeri Iwur ini dilakukan setelah diresmikan Peresmian Jembatan Digul 1 yang hanya berjarak sekitar dua ratus meter dari lokasi sekolah.

Peresmian jembatan ini dihadiri oleh Sekda Pegunungan Bintang, Jeni Linthin, SH,M,Si bersama sejumlah pimpinan OPD, Wakapolres Pegunungan Bintang, Kompol Micha Toding, dan Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1715/Yahukimo Kapten Supriyadi.

(redaksi/GMR-BP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!