Perempuan Muyu Kini Terkonsolidasi, Saatnya Ambil Peran di Ruang Publik

Syukuran Ke-1 Ikatan Perempuan Muyu di Kampung Weet, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (4/11/2026). Foto: Bataspapua.com/Kaka Jam's

BATASPAPUA.COM, BOVEN DIGOEL – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam ruang-ruang publik, termasuk dalam kehidupan adat, sosial, dan pembangunan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Damianus saat menghadiri kegiatan Syukuran Ke-1 Ikatan Perempuan Muyu di Kampung Weet, Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merangkai Persatuan dalam Keberagaman” tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong peran strategis perempuan Muyu dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Damianus mengatakan, pada masa lalu perempuan memiliki keterbatasan dalam mengakses ruang-ruang publik. Perempuan lebih banyak ditempatkan pada urusan domestik, sementara keterlibatan dalam pengambilan keputusan, khususnya di lingkungan adat, masih didominasi laki-laki.

Menurutnya, dalam sejumlah komunitas adat, terdapat batasan-batasan yang membuat perempuan tidak leluasa mengambil bagian dalam forum adat maupun proses pengambilan keputusan.

Namun, seiring perkembangan peradaban dan pemahaman tentang kesetaraan gender, kondisi tersebut mulai mengalami perubahan. Perempuan kini memiliki kesempatan dan hak untuk berpartisipasi dalam berbagai ruang publik.

“Ruang-ruang publik menuntut kita untuk bagaimana perempuan juga harus hadir. Kita sudah tidak bisa lagi mengatakan bahwa perempuan harus bersabar dan memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada laki-laki,” tegas Damianus.

Ia menjelaskan, kesetaraan gender bukan berarti menghilangkan perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Keduanya memiliki karakteristik dan peran yang berbeda, tetapi harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan.

Damianus bahkan menyoroti perkembangan organisasi perempuan Muyu yang dinilainya telah menunjukkan kemajuan dalam membangun konsolidasi.

Menurutnya, perempuan Muyu saat ini telah menunjukkan kemampuan mengorganisasi diri, baik di tingkat provinsi maupun di berbagai wilayah perwakilan dan komunitas.

Sebaliknya, ia menilai sebagian kalangan laki-laki masih terjebak dalam wacana tanpa diikuti langkah konkret untuk membangun konsolidasi.

“Faktanya, di komunitas orang Muyu, perempuan sudah terkonsolidasi. Baik di provinsi, di perwakilan, maupun di tingkat komunitas. Tetapi laki-laki masih berada dalam wacana, wacana, dan wacana, sementara waktu terus berjalan,” ungkapnya.

Damianus berharap momentum syukuran pertama Ikatan Perempuan Muyu tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memperkuat persatuan, solidaritas, dan kapasitas perempuan Muyu agar semakin aktif mengambil bagian dalam berbagai bidang kehidupan.

Ia juga mendorong agar perempuan Muyu terus membangun komunikasi dan kebersamaan sehingga dapat menjadi kekuatan sosial yang turut memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat adat Muyu dan pembangunan Papua Selatan.

Syukuran Ke-1 Ikatan Perempuan Muyu diharapkan menjadi langkah awal memperkuat eksistensi perempuan Muyu sebagai bagian penting dalam menjaga nilai-nilai adat sekaligus mendorong perubahan sosial di Tanah Muyu.

 

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!