MUSORMA Menjadi Bukti IMPPETANG Bangkit Setelah Tujuh Tahun Vakum

Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG) menggelar Seminar Pra-MUSORMA di Aula Asrama Mahasiswa Pegubin, Jalan Buper, Distrik Heram, Kota Jayapura, Sabtu (19/4/2025).
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Sebuah lembaran sejarah baru tengah ditulis oleh para mahasiswa asal Kabupaten Pegunungan Bintang yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPETANG). Setelah melewati tujuh tahun tanpa konsolidasi organisasi yang terstruktur dan berkelanjutan.

Pada Sabtu (19/04/2025), mereka menggelar Seminar Sehari Pengantar Musyawarah Organisasi Mahasiswa atau yang dikenal dengan sebutan Pra-MUSORMA, sebagai tonggak awal kebangkitan organisasi.

Berlokasi di Aula Asrama Mahasiswa Pegubin, Jl. Buper, Distrik Heram, Kota Jayapura, kegiatan ini menjadi pusat perhatian bukan hanya karena skalanya yang besar, tetapi juga karena makna simbolisnya: membangunkan kembali roh organisasi yang telah lama terlelap. Hadir dalam seminar tersebut para tokoh penting asal Pegunungan Bintang, alumni, dan senior IMPPETANG, yang selama ini menjadi garda moral dan inspirasi perjuangan mahasiswa di perantauan.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pegunungan Bintang, Yohanes Agustinus Sitokdana, ST, yang dalam sambutannya tidak hanya menyampaikan dukungan dari pemerintah daerah, tetapi juga mengajak seluruh mahasiswa untuk memahami kembali esensi dari MUSORMA sebagai ruang demokrasi internal yang penting.

“Situasi membuat kita agak telat sedikit, jadi kami mohon maaf kepada adik-adik panitia dan pengurus IMPPETANG. Tapi ke depan, kami pastikan akan terus mendukung penuh. Dulu saya bersama Yance Nawipa — waktu itu Ketua Bawaslu — adalah penyelenggara MUSORMA pertama tahun 2010. Dan sejak saat itu, saya tahu betul betapa pentingnya forum ini bagi mahasiswa kita,” tutur Yohanes penuh kenangan.

Menurutnya, MUSORMA bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi forum strategis untuk menyatukan ide-ide, menetapkan arah organisasi, dan membangun kebersamaan dalam semangat kekeluargaan. Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu kembali ke akar, kembali ke identitas perjuangan organisasi, dan mengambil peran aktif dalam menentukan arah gerak mereka ke depan.

Luka Tujuh Tahun dan Harapan Baru
Ketua Panitia MUSORMA, Melianus Kakyarmabin, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan seminar ini menjadi titik awal dari proses panjang yang telah mereka rintis selama lima bulan terakhir. Menurutnya, ini bukan sekadar seminar, tetapi awal dari pembenahan besar-besaran di tubuh IMPPETANG.

“Selama tujuh tahun terakhir, organisasi ini berjalan tanpa arah yang jelas. Kami kehilangan proses. Tidak ada forum formal, tidak ada evaluasi, tidak ada regenerasi yang sehat. Karena itu kami anggap ini momentum penyelamatan. Melalui seminar ini, kami ingin membangun pemahaman bersama tentang teknik persidangan, materi sidang, dan tata kelola organisasi,” ujar Melianus.

Ia menambahkan bahwa dukungan moril dan materil dari alumni sangat dibutuhkan, khususnya mereka yang kini telah berkiprah di ranah eksekutif maupun legislatif. Ia menyebut IMPPETANG sebagai rumah besar yang perlu diperbaiki bersama demi masa depan mahasiswa Pegunungan Bintang di tanah rantau.

“Kami mohon kepada alumni, senior, dan seluruh mahasiswa dari 34 distrik yang tersebar di Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi untuk bergandengan tangan. Kita selamatkan generasi berikut, kita bangkitkan organisasi ini kembali,” tuturnya.

IMPPETANG Bukan Sekadar Organisasi, Tapi Warisan Perjuangan
Sementara itu, Ketua Umum IMPPETANG, Sepei O. Kalakmabin, tampil dengan nada emosional. Ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang atas dukungan yang terus diberikan, terutama dari Bupati, Wakil Bupati, dan Wakil Ketua DPRD yang turut memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.

Dalam pernyataannya, Sepei tak ragu menyebut masa tujuh tahun terakhir sebagai “masa kehilangan arah”, dan menyebut periode itu sebagai bentuk pengorbanan.

“Kami tidak ingin generasi setelah kami menjadi korban seperti kami. Kami kehilangan banyak hal karena tidak ada struktur organisasi yang berjalan. Tidak ada regenerasi, tidak ada evaluasi, dan tidak ada program kerja yang dirumuskan dengan serius. Kami ingin mengakhiri masa-masa itu,” tegasnya.

Menurut Sepei, selama lima bulan terakhir mereka bekerja keras, melawan pesimisme, keterbatasan sumber daya, bahkan tantangan internal. Namun berkat tekad dan komitmen bersama, IMPPETANG kembali hidup. Ia menyebutkan bahwa kegiatan seminar ini adalah bagian dari target besar menuju MUSORMA akhir bulan April.

“Hari ini adalah hari kelima dari rangkaian kerja kami. Setelah seminar ini, kami akan fokus sepenuhnya untuk menyiapkan MUSORMA. Kami ingin forum itu menjadi titik balik IMPPETANG, bukan hanya untuk periode ini, tapi untuk generasi yang akan datang,” ungkap Sepei penuh semangat.

Kebangkitan yang Ditunggu-Tunggu
Dengan jumlah mahasiswa Pegunungan Bintang yang cukup besar di wilayah Jayapura, Keerom, hingga Sarmi, keberadaan organisasi IMPPETANG menjadi vital. Ia bukan hanya wadah pembinaan, tetapi juga rumah pembentukan karakter, intelektualitas, dan solidaritas. Kebangkitan ini, oleh banyak pihak, dianggap sebagai momen yang sudah lama ditunggu.

Bagi para alumni dan senior, hadirnya Pra-MUSORMA adalah tanda bahwa mahasiswa mulai kembali menyadari tanggung jawab sejarah mereka. Bagi pemerintah daerah, ini adalah sinyal positif bahwa generasi muda mulai siap mengambil peran penting dalam pembangunan daerah. Dan bagi mahasiswa itu sendiri, ini adalah langkah awal menuju penguatan jati diri, solidaritas kolektif, serta perjuangan yang lebih terarah.

Kini, harapan tumbuh kembali. IMPPETANG bangkit dari tidur panjangnya, membawa semangat perubahan dan kebersamaan. Tujuh tahun mungkin telah hilang, namun masa depan masih terbentang luas. Dan di sinilah, langkah pertama menuju masa depan itu kembali dimulai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!