Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si.
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL — Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si., secara simbolis menyerahkan bantuan 30 buku cetak kepada mahasiswa Universitas Okmin Papua (UOP) dalam kegiatan yang berlangsung di ruang kuliah Kampus Okmin, Jalan Iwur Kalomdol, Rabu (4/6/2025). Bantuan ini merupakan bagian dari total 1000 buku yang akan disumbangkan untuk mendukung pengembangan literasi dan semangat belajar mahasiswa di pedalaman Papua.
Dalam sambutannya, Bupati Spei menegaskan pentingnya membangun semangat literasi sebagai modal dasar bagi mahasiswa untuk bersaing secara nasional dan global. “Bukan berarti karena kita dari pedalaman lantas kehilangan arah. Justru dari sini kita bisa membuktikan, salah satunya dengan keberhasilan kami meluluskan mahasiswa dari Papua Nugini,” tegas Spei.
Spei yang juga merupakan pendiri Universitas Okmin menyoroti peran strategis kampus tersebut dalam menjawab tantangan global. “Kehadiran Universitas Okmin adalah bentuk nyata kontribusi daerah dalam membangun sumber daya manusia unggul dari pedalaman. Ini menjawab visi Indonesia untuk mengatasi kesenjangan pendidikan,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pegunungan Bintang, agar tidak ragu menyekolahkan anak-anak mereka di UOP. “Kita harus buang rasa gengsi. Universitas ini diisi oleh tenaga pengajar lulusan dalam dan luar negeri. Bersama-sama kita besarkan kampus ini.”
Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.Si.
Dalam arahannya kepada mahasiswa, Bupati Spei menyampaikan bahwa setiap lulusan angkatan pertama diwajibkan menyumbangkan buku sebagai bentuk kontribusi untuk pengembangan kampus. Ia juga menegaskan komitmennya mencetak generasi doktor, guru, dan perawat dari Pegunungan Bintang, serta mempersiapkan anak-anak daerah untuk melanjutkan studi S2 di Pulau Jawa.
“Buku-buku yang saya berikan hari ini, seperti kamus dan buku referensi, wajib dipelajari lintas jurusan. Karena universitas ini adalah pusat kajian antropologi Melanesia, mahasiswa dan dosen harus menguasai Bahasa Inggris,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada dunia pendidikan, Bupati Spei juga mengungkapkan perkembangan infrastruktur di wilayahnya. Ia menyebut telah bertemu dengan Wakil Menteri, Ripka Haluk, di Jakarta dan mendapatkan persetujuan untuk melanjutkan pembangunan jalan Trans Papua darat yang menghubungkan Oksibil dan Boven Digoel. Selain itu, Kementerian juga menyatakan komitmen mendukung penyelesaian pembangunan kampus UOP.
Bupati Spei dikenal luas sebagai pemimpin visioner dari pedalaman yang berhasil merintis kemajuan di wilayah Pegunungan Bintang melalui perencanaan pembangunan bertaraf nasional. Dalam masa kepemimpinannya, Universitas Okmin berhasil didirikan hanya dalam waktu empat bulan, dengan seluruh dosen dan tenaga kependidikan berasal dari putra-putri asli daerah.
Menutup pidatonya, Bupati Spei menyampaikan pesan inspiratif kepada masyarakat Pegubin, “Pendidikan hari ini tidak mengenal usia. Yang terpenting adalah komitmen dan keberanian untuk bermimpi. Merdeka belajar bukan hanya milik kota besar, tapi dimulai dari pedalaman menuju kota. Pegunungan Bintang harus bangkit dan maju.”
Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan Universitas Okmin Papua, yang menyambut baik langkah Bupati dalam mendorong kemajuan pendidikan dan pembangunan di wilayah tersebut. (ADM)
Tinggalkan Balasan