Mahasiswa dan Pemuda Tolak Keras Pergantian Pj Gubernur Papua Jelang PSU: Jakarta Jangan Main Api di Atas Situasi Papua!
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Koalisi Mahasiswa Pemuda Peduli Rakyat (KMP3R) Provinsi Papua menyatakan penolakan tegas terhadap rencana Pemerintah Pusat mengganti Penjabat (Pj) Gubernur Papua, Ramses Limbong, di saat krusial menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Papua.
Dengan sisa waktu hanya 35 hari menuju PSU pada 6 Agustus 2025, KMP3R menilai langkah pergantian Pj Gubernur sebagai manuver politik yang berisiko tinggi, tidak produktif, dan membahayakan stabilitas Papua.
“Jakarta jangan bermain-main dengan nasib rakyat Papua. Di saat kami tengah fokus menjaga kondusifitas menjelang PSU, malah muncul wacana pergantian Pj Gubernur. Ini bukan hanya tidak etis, tapi juga bisa memicu gejolak!” tegas Ketua KMP3R Papua, Paulinus Ohee, dalam pernyataannya di Jayapura, Rabu (2/7/2025).
Paulinus menduga ada aktor-aktor politik tertentu yang memainkan isu SARA dan menyusupkan narasi perpecahan demi kepentingan jangka pendek.
“Jika benar Pj Gubernur diganti sekarang, kita patut curiga ada operasi bawah tanah untuk menggagalkan PSU dan merusak tatanan demokrasi di Papua. Ini jelas bentuk intervensi yang tidak berpihak pada rakyat,” katanya geram.
Ia menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Ramses Limbong, Papua relatif stabil dan proses menuju PSU berjalan lancar. Justru, pergantian mendadak berpotensi merusak seluruh tahapan yang sudah dibangun.
“Ekonomi rakyat sedang sulit, anggaran PSU sudah digelontorkan besar-besaran. Kalau sampai gagal karena manuver politik Jakarta, siapa yang tanggung jawab?” ujarnya.
Ancaman Aksi Besar
Sekretaris KMP3R Papua, Rando Rudamaga, mendesak pemerintah pusat mencabut seluruh wacana pergantian Pj Gubernur dan menegaskan bahwa hanya Ramses Limbong yang layak menyelesaikan masa tugasnya hingga pelantikan Gubernur Papua definitif 2025–2030.
“Waktu terlalu sempit untuk transisi. Biarkan Ramses Limbong menyelesaikan tugasnya dengan tenang. Beliau sudah terbukti mampu meredam potensi konflik di lapangan,” ujar Rando.
Ia memperingatkan bahwa aksi massa besar-besaran akan digelar jika Jakarta memaksakan pergantian Pj Gubernur tanpa mendengar suara rakyat Papua.
“Kami siap turun ke jalan. Rakyat Papua tidak akan diam jika Jakarta terus bermain politik tanpa empati,” tandasnya.
Rando menambahkan bahwa KMP3R akan melayangkan surat resmi penolakan ke Istana Negara pada Jumat mendatang sebagai bentuk sikap politik kolektif mahasiswa dan pemuda Papua.
“Papua bukan laboratorium politik. Jangan korbankan kedamaian kami demi kepentingan elite,” tutupnya. (AL/ADM)










Tinggalkan Balasan