Menteri HAM Natalius Pigai Direncanakan Pulang Kampung, Hadiri HUT ke-81 RI di Nabire
BATASPAPUA.COM, NABIRE — Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia, Natalius Pigai, dijadwalkan “pulang kampung” ke tanah kelahirannya di Papua Tengah untuk menghadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Nabire, Senin (17/8/2026).
Kehadiran Pigai di Nabire menjadi perhatian tersendiri. Di tengah momentum nasional yang biasanya dipusatkan di Istana Negara, Menteri HAM justru dijadwalkan memperingati hari kemerdekaan bersama Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan masyarakat di daerah yang memiliki sejarah panjang dalam dinamika persoalan hak asasi manusia.
Natalius Pigai dijadwalkan tiba di Nabire pada Minggu (16/8/2026), sehari sebelum puncak peringatan HUT ke-81 RI. Kehadirannya merupakan bagian dari pemenuhan undangan resmi Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk mengikuti rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.
Rencana kedatangan tersebut tertuang dalam surat pemberitahuan resmi Kantor Wilayah Kementerian HAM Papua Barat Nomor KWH.20.TU.01.01-336 tertanggal 14 Agustus 2026. Surat yang bersifat segera itu ditandatangani Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Papua Barat, M. Ikbal Tahalua.
Dalam surat tersebut disebutkan bahwa kedatangan Menteri HAM dilakukan untuk memenuhi undangan resmi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam rangka mengikuti rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Nabire.
Pemberitahuan mengenai kedatangan Pigai juga diteruskan kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Papua Tengah. Sejumlah pejabat yang menerima pemberitahuan tersebut antara lain Gubernur Papua Tengah, Ketua DPR Papua Tengah, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah, Dandim 1705/Nabire, serta Kepala BIN Daerah Papua Tengah.
Kunjungan ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda seremonial. Pigai merupakan putra Papua yang lahir di Kabupaten Paniai, wilayah yang kini berada dalam Provinsi Papua Tengah. Kepulangannya sebagai Menteri HAM untuk mengikuti perayaan kemerdekaan di tanah kelahirannya membawa pesan politik dan sosial yang kuat.
Kehadiran seorang menteri di Papua Tengah pada momentum HUT Kemerdekaan juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat Papua, khususnya dalam membicarakan isu pembangunan, perlindungan HAM, serta berbagai persoalan yang selama ini menjadi perhatian publik.
Pigai tidak hanya datang sebagai pejabat negara, tetapi juga sebagai putra daerah yang kembali ke tanah kelahirannya dalam kapasitas sebagai Menteri HAM Republik Indonesia.
Rangkaian agenda lengkap Pigai selama berada di Nabire masih menunggu informasi resmi dari pihak terkait. Namun, kehadirannya pada peringatan HUT ke-81 RI di Papua Tengah dipastikan menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan Papua, momentum tersebut menjadi simbol bahwa perayaan kemerdekaan tidak hanya berlangsung di pusat kekuasaan, tetapi juga dirasakan langsung dari Tanah Papua.










Tinggalkan Balasan