Ketua MRP Papua Selatan Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas Usai Kematian Leonardo Konorop

Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu. Foto: Bataspapua.com/Jam's

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Selatan, Damianus Katayu, mengajak keluarga korban, masyarakat, aparat keamanan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menyusul meninggalnya Leonardo Konorop dalam kasus dugaan kekerasan di Merauke.

Damianus menegaskan, penyelesaian kasus tersebut harus ditempuh melalui mekanisme hukum. Ia meminta seluruh pihak menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan yang berpotensi memperkeruh situasi serta mengganggu kondusivitas di Papua Selatan.

Menurut Damianus, proses hukum yang transparan dan tegas merupakan langkah penting untuk mencegah munculnya konflik lanjutan sekaligus memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi keluarga korban.

“Kami berharap tidak ada unsur saling membalas. Mari kita jaga situasi daerah ini bersama-sama. Kepada pihak kepolisian juga, mari kita sama-sama menjaga situasi ini. Siapa pun yang salah harus diproses dan tidak boleh dipandang,” tegas Damianus Katayu kepada wartawan di Merauke, Selasa (8/9/2026).

Damianus mengatakan, langkah mediasi yang telah dilakukan kepolisian dengan melibatkan keluarga korban, masyarakat sekitar, dan sejumlah saksi merupakan bagian penting untuk menggali informasi awal mengenai peristiwa tersebut.

Namun, ia menilai proses tersebut harus dilanjutkan melalui pemeriksaan saksi secara menyeluruh serta pengumpulan alat bukti dan barang bukti guna menentukan konstruksi hukum perkara.

“Bagi kami, polisi harus menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan para saksi dan mengumpulkan bukti maupun barang bukti untuk menentukan kasus hukumnya,” ujar Damianus.

Ia juga menegaskan, apabila dalam proses penyelidikan dan penyidikan ditemukan adanya keterlibatan anggota kepolisian dan terdapat bukti yang cukup mengenai dugaan pelanggaran hukum, maka proses hukum harus dilakukan secara tegas, profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Damianus menyebut pihak keluarga korban telah melaporkan kasus tersebut kepada kepolisian. Karena itu, ia meminta aparat segera menindaklanjuti laporan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Langkah tegas yang harus dilakukan adalah memproses para pelaku. Proses hukum sudah harus berjalan secepatnya, tanpa memandang siapa pun,” katanya.

Sebagai lembaga yang merepresentasikan kepentingan Orang Asli Papua, Damianus menegaskan bahwa setiap nyawa masyarakat harus dihargai, dilindungi, dan dijamin keselamatannya.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak, khususnya aparat penegak hukum, dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.

“Sebagai Orang Asli Papua, kami mau tegaskan bahwa nyawa Orang Asli Papua itu mahal. Jangan semena-mena karena merasa sebagai anggota kemudian melakukan kekerasan kepada masyarakat. Kita harus menjadi pelindung masyarakat,” tegasnya.

Damianus menekankan bahwa persoalan kriminal harus diselesaikan melalui jalur hukum dan bukan dengan kekerasan.

“Apa pun masalahnya bisa diselesaikan melalui proses hukum, bukan lewat kekerasan. Kalau ada masalah kriminal, kepolisian silakan menangkap dan memproses sesuai peraturan perundang-undangan,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan persuasif dan profesional perlu terus diperkuat dalam pelaksanaan tugas kepolisian agar hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat tetap terjaga.

Ia mengingatkan bahwa tindakan kekerasan dapat memperburuk kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara serta berpotensi memicu persoalan baru di tengah masyarakat.

Damianus menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Leonardo Konorop. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi peristiwa tersebut.

“Atas nama lembaga, kami turut berdukacita atas kematian saudara Leonardo Konorop. Semoga almarhum diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” ungkapnya.

Di tengah situasi tersebut, Damianus mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan tidak mengambil tindakan sendiri.

Ia meminta keluarga korban dan masyarakat mempercayakan proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum, sembari tetap mengawal proses tersebut agar berjalan secara terbuka dan sesuai ketentuan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua Selatan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan melakukan tindakan balasan yang justru dapat merugikan kita semua. Persoalan hukum harus diselesaikan melalui jalur hukum,” ujarnya.

Damianus menilai situasi keamanan yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, komunikasi antara masyarakat, tokoh adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan perlu terus dibangun untuk mencegah terjadinya konflik maupun tindakan yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

“Mari kita sama-sama menjaga situasi Papua Selatan agar tetap aman dan kondusif. Siapa pun yang terbukti bersalah harus diproses sesuai hukum dan tidak boleh ada yang dipandang atau dilindungi,” pungkas Damianus Katayu.

Penulis: Jamal Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!