Bupati Yahukimo Bantah Tewasnya Seorang ASN Berkaitan Dengan Kunjungan Wapres Gibran
YAHUKIMO – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Yemis Yohame, tewas ditembak orang tak dikenal pada Selasa malam saat berada di pinggir jalan untuk mengakses jaringan Wi-Fi.
Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, pada Kamis (23/4), angkat bicara untuk meluruskan informasi yang berkembang sekaligus meredam spekulasi yang beredar di tengah masyarakat.
Didimus menegaskan, korban merupakan ASN aktif yang menjabat sebagai Kepala Sub Bagian di Dinas Perumahan Kabupaten Yahukimo. Ia membantah informasi yang menyebut korban sebagai Sekretaris Pribadi Wakil Bupati.
“Secara jabatan bukan Sekpri Wakil Bupati. Namun secara kekeluargaan memang dekat dan sering membantu,” tegas Didimus.
Ia juga meminta masyarakat tidak menggiring opini tanpa dasar, serta menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum.
Bupati Didimus secara tegas menolak narasi yang mengaitkan penembakan tersebut dengan kunjungan Wakil Presiden RI ke Yahukimo pada 21 April 2026.
“Terima kasih Pak Wakil Presiden sudah datang ke Yahukimo. Saya tegaskan, kejadian penembakan ini tidak ada kaitan dengan kunjungan tersebut,” ujarnya.
Ia memastikan insiden tersebut merupakan tindak kriminal murni, bukan bagian dari dinamika politik maupun agenda kenegaraan.
Didimus juga mengingatkan masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi liar di media sosial yang berpotensi memperkeruh situasi keamanan.
Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengungkap kasus ini. Bupati menginstruksikan Kapolres Yahukimo agar segera mengusut tuntas pelaku, termasuk mengungkap motif di balik penembakan.
“Pelaku harus ditangkap dan diproses hukum agar keluarga korban mendapat keadilan,” katanya.
Ia juga meminta semua pihak tidak berspekulasi terkait identitas pelaku, termasuk mengaitkan dengan kelompok tertentu seperti TPNPB, TNI, maupun Polri, sebelum ada hasil resmi dari penyelidikan.
Di akhir pernyataannya, Didimus menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya korban yang disebut sebagai salah satu aset masa depan Yahukimo.
Ia mengapresiasi masyarakat, khususnya dari suku Yali dan Mek, yang tetap menahan diri dan tidak terprovokasi melakukan aksi balasan.
Pemerintah daerah mengimbau warga untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kota Dekai, serta memberi ruang bagi aparat kepolisian untuk bekerja secara profesional mengungkap kasus ini.(*)










Tinggalkan Balasan