Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si, saat melantik 34 administrator jabatan pengawas serta 31 kepala puskesmas di Aula Kantor Bupati pada Jumat, 15 Maret 2025.
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si, bersama Wakil Bupati, Arnold Nam, S.AP, secara resmi melantik 34 administrator jabatan pengawas serta 31 kepala puskesmas di Aula Kantor Bupati pada Jumat, 15 Maret 2025.
Dalam sambutannya, Bupati Spei Yan Bidana menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar formalitas, tetapi bentuk tanggung jawab besar yang harus diemban oleh para pejabat yang telah dilantik. Ia berharap agar seluruh pejabat segera menjalankan tugas mereka di tempat yang telah ditentukan, tanpa menunda-nunda.
“Saya percaya bahwa saudara-saudara akan melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Semoga Tuhan beserta kita,” ujar Bupati dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, Bupati Spei menekankan pentingnya disiplin dan kehadiran di tempat tugas masing-masing. Ia menegaskan bahwa dalam waktu satu minggu ke depan, seluruh pejabat yang baru dilantik harus sudah berada di lokasi kerja mereka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Empat tahun lalu saya turun ke distrik-distrik, tetapi para pejabat yang dilantik tidak pernah ada di tempat. Kali ini, saya pastikan dalam satu bulan, jika ada yang tidak masuk kerja, saya akan langsung mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Menurutnya, ketidakhadiran pejabat di tempat tugas menyebabkan pelayanan pemerintahan dan pembangunan tidak berjalan optimal. Ia menyoroti bahwa banyak pejabat sebelumnya yang lebih sering berada di Jayapura atau Oksibil, hanya untuk mengurus dana operasional, seperti BOK dan BOS, tanpa benar-benar menjalankan tugasnya.
Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST.M.Si, bersama Wakil Bupati, Arnold Nam, S.AP, secara resmi melantik 34 administrator jabatan pengawas serta 31 kepala puskesmas di Aula Kantor Bupati pada Jumat, 15 Maret 2025.
“Kepala kampung pun kadang merasa memiliki kuasa seperti bupati. Saya tegaskan, jabatan apapun yang diberikan harus disyukuri dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” lanjut Bupati Spei.
Di kesempatan yang sama, Kepala BKD Pegunungan Bintang, Silviana Uropka, S.IP, menegaskan bahwa pelantikan ini sudah final dan tidak akan ada perubahan atau pergeseran nama pejabat setelahnya.
“Kami di BKD hanya menjalankan perintah pimpinan tertinggi. Jika dalam satu bulan ada pejabat yang tidak masuk kerja, maka akan ada evaluasi lebih lanjut,” ungkapnya.
Prosesi pelantikan ini ditandai dengan sumpah jabatan, penandatanganan berita acara, serta penyematan tanda jabatan oleh Bupati. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Asisten I, Kapolres, Pabung Kodim Pegunungan Bintang, serta dibuka dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Pastor Dekan Dekenat Pegunungan Bintang, Yulius Dainang, Pr.
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi pemerintahan Kabupaten Pegunungan Bintang untuk meningkatkan pelayanan publik serta memastikan keberlanjutan pembangunan di wilayah tersebut. Dengan komitmen kuat dari para pejabat yang baru dilantik, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pemerintahan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab. (*)
Tinggalkan Balasan