Pj Bupati Nduga Turun Langsung Atasi Konfik Antar Suku Nduga Kontra Suku Lanny Jaya di Wamena

YouTube player

BATASPAPUA.COM, WAMENA – Penjabat Gubernur Papua Pegunungan, Velix Vernando Wanggai bersama Penjabat Bupati Nduga, Elai Giban mengunjungi dan melerai dua kelompok suku yang bertikai di di Kampung Healekma, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, pada Selasa (1/10/2024).

Hal itu dilakukan dalam upaya mediasi atas konflik yang terjadi antara kelompok masyarakat suku Nduga dan kelompok masyarakat suku Lanny Jaya.

Dalam kesempatan tersebut Penjabat Gubernur dan Penjabat Bupati Nduga berhasil menenangkan kedua suku masyarakat yang tengah bersitegang.

Dengan pendekatan humanis dan persuasif, Gubernur dan Bupati berupaya memfasilitasi dialog antara kedua belah pihak guna menciptakan suasana damai dan mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik yang telah terjadi di Wamena beberapa hari terakhir.

“Saya minta jangan ada lagi perang atau konflik dan masing-masing pihak dapat menahan diri sehingga persoalan sebenarnya dapat diselesaikan dengan baik dan mari sama-sama serahkan persoalan ini pada proses hukum,” tegas Pj Bupati Elai Giban.

Elai Giban menambahkan konflik hanya akan mengakibatkan kerugian dari kedua belah pihak yang bertikai, oleh sebab itu dua kelompok harus menahan diri demi kebaikan bersama.

“Tidak boleh lagi ada aksi susulan, cukup dan stop. Kita harus hidup rukun dan damai. Persoalan yang ada akan diselesaikan dengan baik bersama semua pihak baik Provinsi Papua Pegunungan, Nduga, Lanny Jaya dan Jayawijaya dan kita harap tidak ada lagi komflik seperti ini. Kita semua ini saudara, tidak boleh ada aksi lagi,” lugasnya.

Sebagaimana dilaporkan tim dilapangan sebelumnnya, sebanyak lima warga tewas, puluhan terluka akibat terkena anak panah dan sejumlah rumah penduduk dibakar.

Perang suku ini berawal dari kasus perselingkuhan, Dimana seorang wanita dari Suku Lanny Jaya memilih pisah dari suaminya yang berasal dari suku Nduga. Wanita ini kemudian menikah kembali dengan seorang laki-laki.

Keadaan ini membuat mantan suaminya marah dan tak terima hingga adu mulut pun tak terhindarkan.

Akhirnya, mantan suami bergegas kembali ke rumah sekaligus bersama keluarganya masyarakat dengan membawa busur dan anak panah, kemudian datang menyerang di rumah pria selingkuhan mantan istrinya.

Akibatnya, lima warga dari suku Lanny Jaya tewas dan langsung dibakar beserta rumahnya.

Tak berakhir disitu. Pada malam harinya pukul 19.00-20.00 Waktu Indonesia TImur, penyerangan kembali terjadi lagi.

Untuk meredam bentrok tersebut, personel gabungan TNI-Polri dari Kodim Jayawijaya dan Polres Jayawijaya dikerahkan ke lokasi untuk membubarkan kedua kelompok warga yang terlibat bentrok.

Kurang lebih tiga jam kemudian, kedua kelompok warga berhasil dibubarkan personil TNI-Polri.

Pasca bentrok ini, aparat TNI-POLRI masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mencegah aksi susulan.

Di samping itu, aparat gabungan TNI-POLRI juga melakukan dialog dengan tokoh adat, agama dan pemerintah untuk meminta kedua kelompok tidak lagi melakukan aksi saling serang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!