“Jadi tadi siang itu dia (Anan Nawipa) kita terbangkan dari Paniai ke Nabire lanjut ke Timika dan setelah kita lakukan pemeriksaan awal di Timika, dia (Anan) mengaku bila melakukan aksi penembakan terhadap Danramil Aradide bersama dengan 6 rekannya,” ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz 2024, Kombes Pol Faizal Ramadhani saat pres release di Polres Mimika, Minggu (12/5/2024)
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap pelaku, saat terjadinya penembakan terhadap Letda Inf. Oktovianus Sogalrey, pelaku ini termasuk ikut dan berada di lokasi pemembakan bersama-sama dengan Pimpinan KKB Kodap XIII Kegepa Nipouda Paniai Bernama Osea Satu Boma.
Sejumlah barang bukti yang diamankan bersama dengan Anan diantaranya, 1 buah telepon genggam dengan nomor kartu SIM milik almarhum Danramil Aradide, Lettu (Anm.) Oktovianus Sogalrey, 1 buah parang, 1 set kunci L, 1 buah buku rekening BRI dan 1 buah tas samping berwarna biru-hitam.
Adapun identitas pelaku pembunuhan 1703-4/Aradide diantaranya, Osea Satu Boma, Jemi alias Yegetaka Degei, Yakob Bonai alias Bonai Bon, Yakobus Nawipa, Kleibou Nawipa, Anan Nawipa dan pelaku lain berinisial UKM.
Kombes Faizal juga menuturkan, bila Anan mengaku melakukan aksi penembakan terhadap Danramil Aridade karena kelompoknya sangat membenci aparat TNI-Polri.
“Pengakuan Anan seperti itu, mereka (KKB) sangat membenci kami anggota TNI-Polri, namun sampai saat ini dia (Anan) belum menjelaskan mengapa kelompoknya membenci kami TNI-Polri,” jelas Faizal.
Anan Nawipa merupakan Anggota KKB pimpinan Osea Satu Boma dan telah menjadi DPO Polres Nabire kerap melakukan kejahatan.
Tersangka terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor berjumlah 12 unit dan penjambretan sejumlah 2 kasus.
Atas aksinya Anan Nawipa pernah ditangkap oleh Polres Nabire namun ia berhasil melarikan diri.
Tinggalkan Balasan