Gubernur Apolo Safanpo Dorong Pembangunan Papua Berbasis Geokultural dan Kolaborasi
BATASPAPUA.COM, BANDUNG – Gubernur Papua Selatan, Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., menghadiri Seminar Nasional Papua yang diselenggarakan oleh peserta didik Pendidikan Reguler (Pasis) Dikreg LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun Anggaran 2026, Selasa (3/11/2026), di Gedung Prof. Dr. Satrio Seskoad, Bandung.
Kehadiran Gubernur Papua Selatan dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Papua Selatan terhadap upaya penguatan pemikiran, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor dalam mendorong pembangunan Papua yang damai, bermartabat, dan berkelanjutan.
Seminar nasional itu dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, sekaligus menjadi pemateri dengan mengangkat tema “Pendekatan Geokultural Multiaktor Kodeterminatif dalam Mewujudkan Pembangunan Papua yang Damai, Bermartabat, dan Berkelanjutan”.
Tema ini dinilai relevan dengan kondisi dan karakteristik wilayah Papua yang memiliki keragaman geografis, sosial budaya, ekonomi, ekologis, serta aspek keamanan.
Keberagaman tersebut membutuhkan pendekatan pembangunan yang kontekstual, terintegrasi, dan tidak dapat diseragamkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Dalam kerangka pemikiran seminar, pendekatan Geokultural Multiaktor (GMK) menekankan pentingnya penyesuaian kebijakan pembangunan berdasarkan karakteristik wilayah, penguatan sinergi antarpemangku kepentingan, serta keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) secara bermakna dalam proses pengambilan keputusan.
Hal ini menjadi penting mengingat pembangunan Papua masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya kesenjangan pelayanan dasar, perbedaan akses antardaerah, dinamika keamanan yang tidak merata, serta perlunya penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan.
Melalui forum tersebut, berbagai unsur diharapkan dapat membangun pemahaman bersama mengenai hubungan antara pembangunan, stabilitas keamanan, dan perdamaian melalui pendekatan yang proporsional sesuai karakteristik setiap wilayah.
Seminar juga membahas pentingnya sinergi multiaktor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, lembaga adat, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta masyarakat sebagai bagian penting dalam proses pembangunan Papua.
Salah satu substansi penting yang menjadi perhatian adalah penguatan peran Orang Asli Papua dalam penetapan prioritas pembangunan, pengambilan keputusan, pengawasan, evaluasi, hingga penerimaan manfaat pembangunan.
Dengan demikian, masyarakat adat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga harus mendapatkan ruang partisipasi yang bermakna dalam menentukan arah pembangunan di wilayahnya.
Kehadiran Gubernur Apolo Safanpo dalam seminar nasional ini sekaligus mencerminkan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Selatan untuk mendukung berbagai ruang dialog dan pertukaran gagasan yang dapat menghasilkan rekomendasi strategis bagi pembangunan Papua.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, akademisi, lembaga adat, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan tercipta kesamaan perspektif dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang memperhatikan kondisi geografis, sosial budaya, serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Seminar Nasional Papua Pasis Dikreg LXVIII Seskoad TA 2026 dilaksanakan melalui pemaparan narasumber, diskusi panel, sesi tanya jawab, dan perumusan pokok-pokok rekomendasi.
Adapun hasil yang diharapkan dari kegiatan tersebut meliputi terbangunnya pemahaman bersama tentang pentingnya pembangunan Papua yang kontekstual, penguatan sinergi multiaktor, peningkatan partisipasi OAP, serta tersusunnya rekomendasi implementatif untuk pembangunan Papua dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.
Melalui dukungan dan keterlibatan pemerintah daerah dalam forum strategis seperti ini, diharapkan pembangunan di seluruh wilayah Papua, termasuk Provinsi Papua Selatan, dapat terus diarahkan pada terwujudnya kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, aman, damai, bermartabat, dan berkelanjutan.
Pemerintah Provinsi Papua Selatan berkomitmen mendukung kolaborasi dan sinergi seluruh pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan Papua yang berpihak kepada masyarakat dan berorientasi pada masa depan.
Penulis: Jamal Y.Bwariat
- Apolo Safanpo
- Dikreg LXVIII Seskoad
- Geokultural Multiaktor
- Gubernur Papua Selatan
- Orang Asli Papua
- Otonomi Khusus Papua
- Papua Damai dan Bermartabat
- Papua Selatan
- pembangunan berbasis adat
- Pembangunan Papua
- pembangunan Papua berkelanjutan
- Pemerintah Provinsi Papua Selatan
- Pendekatan Geokultural
- Seminar Nasional Seskoad 2026
- sinergi lintas sektor










Tinggalkan Balasan