Sempat Kritis Dengan Kondisi Sajam Masih Tertancap Di Leher, ASN Ini Meninggal Dunia di Ilaga Papua Tegah

Kondisi korban Muchsin Muchtar (64) di RSUD sekitar pukul 17.00WIT. Foto: Bataspapua.com/Ist

BATASPAPUA.COM, ILAGA – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), Muchsin Muchtar (64), menjadi korban penikaman oleh orang tak dikenal (OTK) di Bengkel Mandiri Utama, Kampung Alumoni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.02 WIT.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian belakang leher. Bahkan, senjata tajam yang digunakan pelaku dilaporkan masih tertancap saat korban mendapatkan penanganan medis di RSUD Ilaga.

Kapolres Puncak, AKBP Domingos De Fatima Ximenes, membenarkan peristiwa penikaman tersebut. Ia mengatakan, setelah menerima laporan, dirinya bersama personel langsung mendatangi rumah sakit untuk menjenguk korban sekaligus memastikan kondisi dan penanganan medis yang diberikan.

“Benar, telah terjadi penikaman terhadap seorang ASN di Ilaga. Kami sudah menjenguk korban di rumah sakit dan saat ini korban sedang mendapatkan penanganan medis. Kami juga telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan,” kata Domingos.

Berdasarkan keterangan saksi, kejadian bermula ketika korban sedang duduk di atas sepeda motor Honda Beat berwarna hitam di Bengkel Mandiri Utama. Tiba-tiba, seorang pria yang belum diketahui identitasnya menghampiri korban dan menikam bagian belakang leher menggunakan senjata tajam.

Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung melarikan diri. Saksi yang mengetahui kejadian tersebut kemudian memberikan pertolongan dengan membawa korban menggunakan sepeda motor menuju RSUD Ilaga. Korban tiba sekitar pukul 16.10 WIT untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah melakukan penikaman, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Saksi yang melihat peristiwa itu segera memberikan pertolongan dengan membawa korban menggunakan sepeda motor ke RSUD Ilaga,” jelas Kapolres.

Kapolres mengungkapkan, korban mengalami luka serius dan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Rencananya, korban akan dievakuasi ke Kabupaten Mimika pada Senin (2/11/2026) untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

“Kami berharap proses penanganan berjalan lancar dan korban segera pulih. Kami juga memohon doa agar korban diberikan kekuatan dan kesembuhan,” ujarnya.

Terkait pengungkapan kasus tersebut, Domingos menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan sejumlah saksi, serta melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.

Ia menegaskan, hingga saat ini kepolisian belum dapat memastikan motif di balik penikaman tersebut.

“Untuk motif penikaman ini, kami belum bisa memastikan. Saat ini anggota masih melakukan penyelidikan dan berupaya mengungkap identitas serta keberadaan pelaku. Kami akan berupaya agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Informasi terbaru yang didapat media ini, korban telah menghembuskan nafas terakhir di RSUD setempat. Polisi masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap identitas pelaku dan motif penyerangan terhadap korban.

 

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!