VIDEO DETIK-DETIK KKB Papua Pimpinan Lamek Taplo Serang Prajurit TNI di Distrik Kiwirok

BATASPAPUA.COM, KIWIROK – Sebuah video memperlihatkan detik-detik kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua melakukan penyerangan terhadap Pos Satgas Pamtas Yonif 753/AVT di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Kamis (25/9/2025), mendadak viral di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan bagaimana aksi brutal tersebut dijalankan secara terencana.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak dua anggota KKB Papua menenteng senjata api sambil memantau pos TNI dari balik semak belukar. Gerakan mereka dilakukan secara mengendap-endap sebelum melancarkan tembakan ke arah prajurit yang sedang berjaga di perbatasan.

Menariknya, seorang anggota KKB lainnya justru bertugas merekam aksi berbahaya itu. Dengan kamera sederhana, ia mendokumentasikan bagaimana kedua rekannya bersiap melakukan serangan.

Kelompok ini diketahui menamakan diri sebagai TPNPB-OPM Kodap XV Ngalum Kupel, di bawah pimpinan Lamek Alipki Taplo. Mereka terlihat dengan jelas dalam rekaman saat mengintai dan menyiapkan penembakan.

Setelah melakukan pengintaian, dua anggota KKB langsung mengarahkan senjata api mereka ke arah pos penjagaan. Moncong senjata menyalak beberapa kali, menargetkan prajurit TNI yang sedang bertugas menjaga garis perbatasan negara.

Tembakan dilepaskan secara berulang dari balik semak-semak, menunjukkan bahwa aksi ini bukan spontanitas, melainkan serangan yang sudah direncanakan.

Akibat insiden tersebut, tiga prajurit TNI dikabarkan menjadi korban.

Dalam laporan yang diterima, Prada Haris Umaternate gugur tertembak pada bagian kepala. Sementara itu, Serda Yulianus Adrianto Erari menderita luka tembak di pinggang dan Pratu Hidayat terkena rekoset peluru di bagian pelipis. Ketiganya adalah personel yang tengah bertugas menjaga perbatasan antara NKRI dan Papua Nugini di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Rekaman video itu juga menunjukkan bagaimana KKB langsung melarikan diri ke dalam hutan setelah melepaskan tembakan. Mereka seakan sudah menyiapkan jalur kabur untuk menghindari kejaran aparat keamanan.

Lebih mengejutkan lagi, setelah berhasil meloloskan diri, kelompok bersenjata ini tampak berkumpul kembali dan merayakan aksi mereka. Dokumentasi tersebut seakan sengaja dibuat untuk propaganda kelompok.

Viralnya video ini memicu gelombang kecaman dari publik. Banyak warganet menilai tindakan KKB tidak hanya brutal, tetapi juga keji karena menjadikan nyawa aparat sebagai tontonan.

Aparat keamanan sendiri kini tengah memburu para pelaku yang terlibat dalam penyerangan ini. Tindakan mereka dinilai mencederai perdamaian dan meresahkan masyarakat perbatasan.

Video ini menjadi bukti nyata bagaimana KKB Papua terus menggunakan teror bersenjata dan propaganda visual untuk menunjukkan eksistensinya, meski dengan cara-cara yang kejam dan melanggar nilai kemanusiaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!