Usai Tembak Warga, Pelaku KKB Tendison Enumbi Pamer Revolver
BATASPAPUA.COM, PUNCAK JAYA – Aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya, pada Kamis (12/2/26) mengungkap fakta tragis. Seorang warga sipil berinisial (AH) menjadi korban penembakan jarak dekat hanya karena kelompok tersebut salah mengira alat komunikasi Handy Talky (HT) yang dibawa korban sebagai senjata api.
Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si, menegaskan bahwa motif utama penyerangan di Kampung Mobigi ini adalah upaya untuk perampasan senjata yang gagal total.
Peristiwa yang terjadi pukul 15.53 WIT di pertigaan Bandara Ilu hanya 200 meter dari Polsek Ilu bermula saat pelaku yang diduga berjumlah dua orang mengincar korban yang terlihat membawa benda di pinggangnya.
“Aksi penembakan ini diduga kuat bermotif perampasan senjata api. Pelaku menyangka korban membawa senpi, padahal yang dibawa korban hanyalah alat komunikasi HT,” ungkap Kombes Pol. Jermias Rontini.
Di tengah penyelidikan aparat, muncul video pernyataan sikap dari Tendison Enumbi alias Kendison. Dalam video tersebut, Kendison tampak memegang senjata api jenis revolver jenis senjata yang sama dengan keterangan korban mengenai alat yang digunakan pelaku di lapangan.
Meski pihak kepolisian menyebut motifnya adalah perampasan HT yang dikira senpi, Kendison dalam videonya justru mencoba membungkus aksi “salah sasaran” tersebut dengan narasi perjuangan politik.
“Perintah dari pimpinan tertinggi… kami yang lakukan di Ilu itu,” ucap Kendison dalam rekaman tersebut, mencoba melegitimasi penembakan terhadap warga sipil sebagai bagian dari gerakannya. (*)










Tinggalkan Balasan