Universitas Okmin Papua Gelar PKKMB Angkatan VI, 107 Mahasiswa Baru Resmi Bergabung

Universitas Okmin Papua (UOP) melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) angkatan VI tahun akademik 2026/2027 selama dua hari, 31 Agustus hingga 1 September 2026. Foto: Bataspapua.com

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Universitas Okmin Papua (UOP) melaksanakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) angkatan VI tahun akademik 2026/2027 selama dua hari, 31 Agustus hingga 1 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan Universitas Okmin Papua, Jalan Yapi Makot, Esipding, Distrik Serambakon, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan.

PKKMB menjadi kegiatan resmi perguruan tinggi untuk memperkenalkan lingkungan kampus, sistem akademik, kehidupan kemahasiswaan, serta nilai-nilai yang harus dipahami mahasiswa sebelum memulai proses perkuliahan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa baru mendapatkan berbagai materi, antara lain pengenalan sistem akademik, Kartu Rencana Studi (KRS), Sistem Kredit Semester (SKS), aturan perkuliahan, fasilitas dan layanan kampus, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), etika akademik, wawasan kebangsaan, Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta materi mengenai pencegahan radikalisme, bahaya narkoba dan kekerasan seksual.

Ketua Panitia Penerimaan dan Pengenalan Mahasiswa Baru UOP, Peranus Taplo, mengatakan sebanyak 107 mahasiswa baru telah terdaftar sebagai mahasiswa UOP. Namun, mahasiswa yang mengikuti rangkaian PKKMB selama dua hari sekitar 60-an orang.

Menurutnya, PKKMB merupakan tahapan penting bagi mahasiswa baru karena menjadi bagian dari proses pengenalan kehidupan kampus sekaligus salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum mahasiswa menyelesaikan pendidikan dan mengikuti wisuda.

“PKKMB merupakan pengenalan awal masuk kampus dan menjadi salah satu syarat wisuda setelah menempuh pendidikan. Bagi mahasiswa yang belum mengikuti PKKMB tahun ini, tahun depan tetap harus mengikuti,” jelas Peranus.

Ketua Panitia Penerimaan dan Pengenalan Mahasiswa Baru UOP, Peranus Taplo.
Ketua Panitia Penerimaan dan Pengenalan Mahasiswa Baru UOP, Peranus Taplo.

Ia juga mengajak mahasiswa baru untuk bersyukur karena dapat melanjutkan pendidikan tinggi di daerah sendiri tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk berkuliah di luar Papua.

“Adik-adik yang masuk di sini harus bersyukur. Kalau kalian keluar dari Oksibil ke Jayapura atau Jawa, pengeluaran biaya studi tentu lebih banyak. Saya menyelesaikan SMA, S1 dan S2 di Jawa, sehingga saya tahu bagaimana biaya dan prosesnya,” katanya.

Peranus berpesan agar mahasiswa mengikuti seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh, termasuk memulai dari hal-hal kecil yang dapat membentuk pribadi dan prestasi mereka di masa depan.

“Saya yakin menjadi orang-orang luar biasa itu ketika mengikuti semua proses, dimulai dari hal-hal kecil kemudian menjadi luar biasa. Saya sangat mengapresiasi adik-adik yang telah mengikuti kegiatan sampai selesai dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Akademik Universitas Okmin Papua, Dr. Yumius Taplo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika, khususnya panitia, dosen dan unsur pendukung yang telah menyukseskan pelaksanaan PKKMB.

“Atas nama pimpinan universitas, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada panitia, para dosen dan unsur pendukung yang telah menyukseskan kegiatan ini dengan baik tanpa hambatan,” kata Yumius.

Ia menegaskan, berakhirnya PKKMB bukan berarti berakhirnya proses pembelajaran, melainkan menjadi awal perjalanan mahasiswa sebagai insan akademis.

Wakil Rektor III Bidang Akademik Universitas Okmin Papua, Dr. Yumius Taplo
Wakil Rektor I, Dr. Yumius Taplo.

“Mulai hari ini status Anda berubah menjadi mahasiswa atau sebagai agen perubahan masa depan bangsa. Ingatlah tiga hal penting dalam kehidupan kampus,” ujarnya.

Pertama, mahasiswa diminta fokus pada prestasi dengan menjadikan kuliah sebagai prioritas utama serta menggali ilmu seluas-luasnya, baik di dalam maupun di luar kelas.

Kedua, mahasiswa harus mengembangkan karakter dengan membangun integritas, kedisiplinan dan kepedulian terhadap sesama.

“Ketiga, jaga nama baik almamater. Tunjukkan etika yang baik di manapun Anda berada,” tegasnya.

Yumius juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa baru yang resmi bergabung dengan UOP dan mengajak mereka menjalani proses pendidikan dengan penuh percaya diri serta tetap menjaga kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Okmin Papua, Merukol Kalakmabin, turut menandai penerimaan mahasiswa baru secara resmi dengan mengenakan almamater UOP pada upacara penutupan PKKMB.

“Saya mengapresiasi panitia dan adik-adik mahasiswa yang mengambil bagian dalam kegiatan ini dan telah sukses membina mahasiswa baru selama dua hari. Dengan dikenakannya almamater ini, mereka ditandai sah sebagai mahasiswa Universitas Okmin Papua,” ungkap Merukol.

Di tempat yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Hengki Bidana, menegaskan pentingnya keberadaan UOP sebagai aset pendidikan masyarakat Pegunungan Bintang.

Menurut Hengki, UOP merupakan aset bersama masyarakat Pegunungan Bintang, khususnya masyarakat dari suku Ok, Mek dan Min, sehingga keberadaannya perlu dijaga dan dikembangkan secara bersama-sama.

“Universitas ini adalah satu-satunya aset milik orang Pegunungan Bintang, aset suku bangsa Ok, Mek dan Min. Kampus ini bukan milik bupati, bukan milik orang Oksibil dan bukan milik orang Kiwirok. Kampus ini milik orang Pegunungan Bintang,” tegas Hengki.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak selalu memandang pengetahuan terbaik hanya dapat diperoleh dari luar daerah. Menurutnya, Pegunungan Bintang memiliki kekayaan pengetahuan lokal yang perlu dikaji, dikembangkan dan diwariskan melalui pendidikan tinggi.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Hengki Bidana
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang, Hengki Bidana.

“Selama ini kita berpikir bahwa pengetahuan terbaik ada di luar sana, di Jayapura, Jawa atau bahkan Amerika. Tetapi kita sadar bahwa pengetahuan terbaik juga ada di sini,” katanya.

Hengki mencontohkan pengetahuan masyarakat lokal mengenai petatas atau boneng, keladi atau om, babi atau kang, hingga berbagai pengetahuan tentang pola pendidikan, kesehatan anak, berburu dan keterampilan perempuan dalam merajut noken.

Menurutnya, berbagai pengetahuan yang diwariskan leluhur tersebut merupakan kekayaan intelektual dan budaya masyarakat yang perlu digali melalui perguruan tinggi.

“Manusia ada di sini berarti ada pengetahuan. Ternyata ada pengetahuan terbaik yang diwariskan oleh leluhur kita. Bagaimana supaya anak tumbuh sehat, bagaimana supaya mentalnya bagus, bagaimana supaya anak bisa berburu dengan baik dan bagaimana wanita bisa merajut noken. Semua itu adalah pengetahuan terbaik kita yang akan kita gali bersama melalui universitas ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan kajian lokal juga akan diarahkan pada antropologi masyarakat Pegunungan Bintang. Pemerintah daerah, kata Hengki, telah memetakan empat suku dalam kajian pemetaan wilayah kebudayaan Pegunungan Bintang yang mencakup 17 komunitas.

“Tahun depan kita akan melakukan pemetaan di wilayah Mek dan Sofker,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya PKKMB angkatan VI, sebanyak 107 mahasiswa baru UOP tercatat sebagai bagian dari keluarga besar Universitas Okmin Papua dan diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan menjunjung prestasi, karakter, integritas serta nilai-nilai budaya lokal. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!