Universitas Okmin Papua Bergema Didepan Presiden Prabowo, Jadi Model Diplomasi Pendidikan di Kawasan Pasifik

Kolase Foto : Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto saat Menyalami Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana dalam pertemuan khusus bersama Komite Eksekutif Papua, enam gubernur, serta 42 bupati dan wali kota se-Tanah Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

BATASPAPUA.COM, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen kuat Pemerintah dalam membangun Tanah Papua, khususnya melalui penguatan sektor pendidikan, dalam pertemuan khusus bersama Komite Eksekutif Papua, enam gubernur, serta 42 bupati dan wali kota se-Tanah Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Pertemuan strategis yang berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 18.25 WIB tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka serta para menteri Kabinet Merah Putih. Forum ini menjadi ruang konsolidasi nasional untuk memperkuat posisi Papua sebagai kawasan strategis Indonesia di Pasifik, dengan pendidikan sebagai salah satu pilar utamanya.

Ketua Komite Eksekutif Papua, Velix Vernando Wanggai, menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memberikan perhatian serius terhadap peran Papua dalam diplomasi regional, termasuk melalui pengembangan universitas dan pertukaran pendidikan lintas negara Pasifik.

“Papua juga menjadi pusat ekonomi baru di kawasan Pasifik. Dalam banyak hal, investasi sudah berjalan. Para gubernur dan bupati menjalankan peran soft diplomacy Bapak Presiden,” ujar Velix saat memberikan paparan dihadapan Presiden.

Salah satu poin penting yang disoroti dalam pertemuan tersebut adalah keberadaan Universitas Okmin Papua (Okmin University) di Kabupaten Pegunungan Bintang, sebuah perguruan tinggi swasta yang digagas oleh Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) Papua dari wilayah pegunungan.

Velix menyebut, Universitas Okmin Papua telah menunjukkan peran nyata sebagai pusat diplomasi pendidikan Indonesia di kawasan Pasifik, khususnya dengan Papua Nugini (PNG).

“Kami memiliki beberapa kampus, baik negeri di Merauke, Manokwari (UNIPA), dan Universitas Cenderawasih. Selain itu, ada satu universitas swasta di Pegunungan Bintang, yaitu Okmin University, yang saat ini sudah menampung hampir seratus mahasiswa asal Papua Nugini,” jelas Velix.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa asing di Universitas Okmin Papua menjadi bukti bahwa daerah perbatasan Papua memiliki daya tarik dan peran strategis dalam memperkuat hubungan antarbangsa melalui jalur pendidikan.

“Ini merupakan bagian dari education diplomacy Papua ke kawasan Pasifik. Karena itu, kami memohon dukungan penuh dari Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden agar pengembangan universitas di Papua, termasuk Okmin University, dapat terus diperkuat,” tambahnya.

Inisiatif pendirian Universitas Okmin Papua oleh Bupati Spei Yan Bidana dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional Presiden Prabowo yang menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan Papua yang berkelanjutan, inklusif, dan berdaya saing global.

Pemerintah pusat diharapkan dapat memberikan dukungan dalam bentuk regulasi, infrastruktur, serta peningkatan kualitas dosen dan kurikulum, sehingga Universitas Okmin Papua mampu berkembang sebagai pusat pendidikan unggulan di wilayah perbatasan sekaligus simbol kebangkitan pendidikan masyarakat pegunungan Papua.

Dengan penguatan sektor pendidikan, Papua tidak hanya dipandang sebagai wilayah pembangunan, tetapi juga sebagai aktor penting dalam diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik, yang berakar dari kampus-kampus di tanahnya sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!