Termasuk Papua Selatan, Ini 4 Kawasan di Indonesia Jadi Tulang Punggung Ketapang Nasional

Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri di Jakarta. Foto : Istimewa

BATASPAPUA.COM, JAKARTA – Melalui Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat menteri, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menegaskan arah pembangunan terintegrasi dengan empat kawasan prioritas: Papua Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sumatera Selatan.

Langkah ini bukan semata agenda pembangunan, melainkan strategi geopolitik pangan di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan yang memimpin Rakortas tersebut menekankan bahwa percepatan pembangunan harus berpijak pada prinsip kemandirian, keberlanjutan, serta keamanan lingkungan.

“Setiap langkah yang diambil harus langkah yang benar, dengan prioritas pada aspek tata ruang, hak guna usaha, serta kelengkapan administrasi agar pembangunan berkelanjutan,” Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Di Papua Selatan, pemerintah akan mendorong cetak sawah baru, pengembangan perkebunan tebu dan sawit, serta memperkuat desa-desa nelayan.

Di Kalimantan Tengah, program diarahkan pada pencetakan sawah, pengembangan jagung dan singkong, hingga optimalisasi lahan pertanian.

Di Kalimantan Selatan, fokus pembangunan meliputi hortikultura, peternakan, perikanan, dan pemberdayaan desa nelayan.

Sementara di Sumatera Selatan, pemerintah menitikberatkan pada cetak sawah dan intensifikasi lahan pertanian.

Keempat kawasan ini diproyeksikan menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional, sekaligus pusat energi hijau dan pengelolaan air strategis untuk menjawab kebutuhan masa depan.

Program ini didukung regulasi penting mulai dari Instruksi Presiden No. 14 Tahun 2025, Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2025, hingga Instruksi Presiden No. 16 Tahun 2025.

Selain itu, Peraturan LKPP No. 3 Tahun 2025 serta Peraturan Menko Perekonomian No. 16 Tahun 2025 juga memperkuat payung hukum percepatan pembangunan.

Pemerintah menegaskan seluruh proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Guna menjaga keberlanjutan, penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS).

PSN juga dipercepat agar pengelolaan ruang dan sumber daya alam sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal.

Dalam forum internasional, Presiden RI telah menyampaikan di Sidang Umum PBB bahwa Indonesia ditargetkan menjadi salah satu sumber kekuatan pangan dunia.

Rakortas ini menjadi langkah konkret tindak lanjut dari janji global tersebut.

“Percepatan pembangunan kawasan swasembada bukan hanya menjamin kedaulatan pangan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi dan air nasional, membuka lapangan kerja baru, serta menarik investasi berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan program ini, wajah pembangunan desa dan kawasan strategis Indonesia memasuki babak baru: dari sekadar penghasil komoditas mentah menuju pusat produksi modern, terukur, dan kompetitif di pasar global. (AL/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!