Terima Aduan Keluarga Mama Yasinta, MRP Papua Selatan Tanggapi Serius. MRP: Ini Persoalan Kemanusiaan

Kolase Bataspapua.com

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Selatan menyikapi serius persoalan yang dialami keluarga Mama Yasinta dari Kampung Wogekel yang belakangan diketahui berada di Jakarta. MRP menilai persoalan tersebut sebagai isu kemanusiaan yang perlu segera ditangani secara bijaksana dan manusiawi.

Ketua MRP Papua Selatan, Damianus Katayu, menyampaikan, pihak keluarga merasa kehilangan karena Mama Yasinta meninggalkan kampung tanpa pemberitahuan kepada keluarga. Atas kondisi itu, keluarga kemudian meminta bantuan berbagai pihak, termasuk MRP Papua Selatan.

“Berdasarkan kondisi yang terjadi, khususnya terkait hilangnya Mama Yasinta dari Kampung Wogekel dan terakhir diketahui berada di Jakarta, keluarga merasa kehilangan karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya, sehingga pihak keluarga datang ke kami MRP Papua Selatan untuk meminta agar mama Yasinta dapat berkumpul kembali bersama keluarga di kampung Wogekel,” ujar ketua MRP kepada Bataspapua.com di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).

Menyikapi perkembangan tersebut, lanjut Damianus, MRP Papua Selatan telah menggelar rapat internal dan meminta Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan untuk mengambil langkah dengan membentuk Panitia Kerja (Panja).

Panja tersebut nantinya akan bekerja melakukan pendalaman serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

“Kami sudah rapat dan meminta Pokja Perempuan membentuk Panja. Hari ini kami sudah menerima laporan awal dan menegaskan bahwa ini adalah persoalan kemanusiaan,” katanya.

MRP menilai keselamatan dan kebebasan serta kondisi Mama Yasinta harus menjadi perhatian utama. Karena itu, MRP meminta agar keluarga diberikan akses untuk berkomunikasi dan mendampingi Mama Yasinta secara langsung.

“Minimal Mama Yasinta harus ditemani keluarga ketika berada di sana (Jakarta). Harus ada akses komunikasi dan pendampingan dari keluarga,” tegasnya Damianus.

Selain itu, MRP juga meminta agar Mama Yasinta tidak dijadikan alat propaganda dalam kepentingan tertentu. Bahkan, apabila memungkinkan, MRP berharap Mama Yasinta dapat dipulangkan ke kampung agar dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

“Kami meminta Mama Yasinta tidak dijadikan alat propaganda terhadap keluarga. Bila perlu, Mama Sinta dipulangkan. Terlepas dari persoalan mendukung atau tidak mendukung suatu kepentingan, bagi kami ini adalah persoalan kemanusiaan,” ujarnya.

Terkait langkah lanjutan, Panja yang telah dibentuk akan mulai bekerja dan menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Poksus Afirmasi Otsus DPR Papua Selatan.

“Malam ini kami akan melakukan pertemuan dengan Poksus Afirmasi Otsus DPR Papua Selatan untuk saling berbagi informasi dan menentukan langkah yang bisa diambil bersama,” katanya.

Penulis: Jamal Y.Bwariat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!