Senator Paul Finsen Mayor Tolak Rencana Program Transmigrasi di Papua: Kami Butuh Guru dan Dokter

YouTube player

 

BATASPAPUA.COM, JAKARTA – Anggota DPD RI asal Provinsi Papua Barat Daya (PBD) Paul Finsen Mayor, menyuarakan penolakannya terhadap program transmigrasi di Papua yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Paul Finsen Mayor yang juga merupakan ketua Dewan Adat 3 wilayah Doberai itu menyampaikan menolakannya di sela-sela berakhirnya Sidang Paripurna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/10/2024).

“Atas nama masyarakat Papua saya tolak, tolong sampaikan ke Prabowo saya tolak. Kami masyarakat adat Papua butuh guru dan dokter, bukan transmigrasi,” tegasnya.

Penegasan itu menyusul tersiarnya kabar yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terkait pemberian insentif untuk para transmigran yang bersedia dipindahkan, yaitu rumah dan lahan dua hektar.

Hal tersebut dilakukan dengan alasan program ini dalam rangka mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan.

Menurut Paul, transmigrasi bukan solusi pemeretaan status sosial di tanah Papua, justru bertolak belakang. Sehingga penolakan ini berdasar pada hak sebagai Orang Asli Papua (OAP).

“Sebaiknya untuk Papua, pemerintah hari ini prioritaskan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM), bukan urus transmigrasi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!