Kepala BBPPKS Jayapura, John H. Mampioper, saat memaparkan rencana pembangunan Sekolah Rakyat berasrama yang akan dilengkapi fasilitas modern dan berstandar nasional.
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Kabar gembira datang bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan tenaga guru lokal dalam operasionalisasi Sekolah Rakyat berpola asrama yang akan segera dibangun di Oksibil.
Penegasan tersebut disampaikan langsung Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jayapura, John H. Mampioper, saat melakukan kunjungan ke Sekolah Kukuperib Pegubin, Kamis (26/02/2026). Kehadiran tim Kemensos RI disambut antusias oleh masyarakat dan seluruh elemen pendidikan setempat.
Mampioper menjelaskan bahwa kebijakan memprioritaskan guru lokal merupakan bagian integral dari strategi Kemensos RI dalam menjawab tantangan pengangguran di daerah, sekaligus memastikan bahwa proses pendidikan di Sekolah Rakyat relevan dengan kebutuhan serta konteks sosial dan budaya masyarakat Pegunungan Bintang.
“Kami memprioritaskan Kabupaten Pegunungan Bintang karena visi pembangunan Bupati Spei Yan Bidana sangat luar biasa, terutama dalam meletakkan fondasi pendidikan dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Kami mengakui beliau sebagai sosok yang memiliki komitmen kuat dalam merencanakan dan merealisasikan pembangunan,” ujar Mampioper.
Menurutnya, Sekolah Rakyat berpola asrama ini dirancang sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter. Sekolah ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang cerdas, mandiri, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kemensos RI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik Pegunungan Bintang untuk bergabung sebagai tenaga pendidik.
Sinergi pusat dan daerah: Kemensos dukung visi pendidikan Bupati Spei Yan Bidana melalui rekrutmen guru lokal.
“Jika Sekolah Rakyat ini sudah beroperasi, kami akan membuka peluang bagi anak-anak daerah menjadi bagian dari keluarga besar Sekolah Rakyat. Mereka akan menjadi agen perubahan yang mampu menginspirasi generasi muda Pegunungan Bintang,” tegasnya.
Para guru yang direkrut nantinya akan diintegrasikan ke dalam satuan kerja Sekolah Rakyat di bawah naungan Kemensos RI. Mereka akan memperoleh gaji, tunjangan kinerja, serta berbagai fasilitas sesuai standar pegawai Kemensos. Bahkan, status kepegawaian mereka akan ditetapkan sebagai pegawai Kemensos, sehingga memiliki kepastian karier dan ruang pengembangan profesional.
Lebih lanjut, Mampioper menyampaikan bahwa proses rekrutmen akan dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan melibatkan pemerintah daerah, DPRD, aparat kepolisian, serta tokoh-tokoh masyarakat. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat menjamin objektivitas dan kualitas tenaga pendidik yang terpilih.
Kunjungan ke Sekolah Kukuperib menjadi bagian dari rangkaian persiapan pembangunan Sekolah Rakyat di Pegunungan Bintang. Selain meninjau lokasi, tim Kemensos RI juga menggelar diskusi teknis dan administratif guna memastikan seluruh aspek pendukung pembangunan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap dengan dukungan semua pihak, pembangunan Sekolah Rakyat ini segera terealisasi. Kami yakin program ini akan menjadi solusi konkret dalam menjawab tantangan sosial dan ekonomi masyarakat Pegunungan Bintang,” pungkas Mampioper.
Hadirnya Sekolah Rakyat di Oksibil diharapkan menjadi tonggak baru penguatan sumber daya manusia di wilayah Pegunungan Bintang, sekaligus menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun masa depan generasi Papua yang lebih cerah. (*)
Tinggalkan Balasan