Kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, dan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) secara resmi diumumkan pada Jumat, 11 April 2025.
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Sebuah langkah monumental terukir di tanah tinggi Bumi Okmemin. Di hari ulang tahun ke-22 Kabupaten Pegunungan Bintang, sejarah baru ditorehkan oleh Bupati Spei Yan Bidana, ST., M.Si, dan Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP, dalam periode kepemimpinan mereka yang kedua. Sebuah kerja sama strategis di bidang pendidikan antara Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Provinsi Papua Pegunungan, dan negara tetangga Papua New Guinea (PNG) secara resmi diumumkan pada Jumat, 11 April 2025.
Bertempat di Auditorium Universitas Okmin Papua (UOP) yang tengah dibangun di Distrik Serambakon, Oksibil, pengumuman kerja sama ini menjadi sorotan penting dalam sejarah pendidikan di kawasan perbatasan Indonesia-PNG. Acara tersebut dihadiri berbagai tokoh penting seperti Prof. Ir. Yohanes Sardjono dari BRIN, Anthonius M. Ayorbaba dari Kemenkumham Papua, Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag., M.A, OFM selaku Rektor UOP, serta pimpinan daerah termasuk Ketua DPRD Gutinus Wasini, Wakil Ketua II Yanus Delka, SE, dan pendiri UOP Geraldus A. Bidana, S.Pd., M.PA. Hadir pula para kepala OPD, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, perempuan, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Sebuah sambutan hangat mengiringi kedatangan Bupati Spei Bidana yang tiba di lokasi pukul 09.35 WIT, diiringi tarian adat khas Pegunungan Bintang yang memancarkan semangat budaya lokal.
Melalui sambungan virtual, Kolonel Dominic Bulungol, Defense Attache Papua New Guinea untuk Indonesia, secara resmi mengumumkan bahwa lebih dari 60 mahasiswa asal PNG akan melanjutkan studi di Universitas Okmin Papua tahun ini.
“Saya sangat salut kepada Bupati Spei atas komitmennya dalam memajukan pendidikan. Politik bisa berubah, tapi pendidikan adalah fondasi masa depan. Kami berkomitmen untuk mendukung penuh realisasi kerja sama ini,” ujar Kolonel Dominic.
Kolonel Dominic juga menyatakan bahwa Universitas Okmin Papua akan menjadi salah satu tujuan utama studi luar negeri bagi mahasiswa PNG karena lokasinya yang strategis dan biaya pendidikan yang terjangkau. Ia berharap Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak bisa segera ditandatangani untuk memudahkan administrasi pertukaran mahasiswa.
Bupati Spei Yan Bidana, ST., M.Si, dan Wakil Bupati Arnold Nam, S.AP, bersama berbagai tokoh penting seperti Prof. Ir. Yohanes Sardjono dari BRIN, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Papua Anthonius M. Ayorbaba , Pastor Dr. Yohanes Kore, S.Ag., M.A, OFM selaku Rektor UOP, serta pimpinan daerah termasuk Ketua DPRD Gutinus Wasini, Wakil Ketua II Yanus Delka, SE, dan pendiri UOP Geraldus A. Bidana, S.Pd., M.PA.
Dengan penuh rasa kebanggaan, Bupati Spei Bidana menegaskan bahwa tahun ini merupakan tonggak “Kebangkitan Sosial Budaya, Sains, dan Olahraga” di Pegunungan Bintang. Ia berkomitmen untuk segera melanjutkan pembicaraan dengan Pemerintah Provinsi Sandaun di PNG agar MoU segera terealisasi dan mahasiswa dapat mulai kuliah.
“Universitas ini adalah kunci pertumbuhan ekonomi. Saya ajak seluruh masyarakat untuk menyediakan lahan dan mendukung keberlanjutan UOP. Ini adalah tantangan baru bagi tenaga pengajar dan mahasiswa karena kita sudah menjadi bagian dari komunitas internasional,” ujar Bupati Spei.
Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali pendidikan adat sebagai kekuatan kultural yang tidak bisa digantikan.
“Jangan tunggu Bupati bawa uang. Nilai-nilai adat adalah warisan Tuhan. Pendidikan adat harus kembali aktif untuk menyelamatkan jati diri orang Papua,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Yohanes Sardjono dari BRIN menambahkan bahwa UOP memiliki potensi besar untuk berubah status menjadi universitas negeri. Ia menjelaskan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian khusus kepada daerah-daerah seperti Pegunungan Bintang yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur.
“Universitas Okmin Papua bisa menjadi negeri, tinggal bagaimana kita menjaga komunikasi dengan Dikti dan pemerintah pusat. Saya yakin ini bisa terwujud dalam waktu dekat,” jelasnya.
Dengan langkah besar ini, Pegunungan Bintang tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menunjukkan kepada dunia bahwa dari wilayah perbatasan, mimpi-mimpi besar bisa tumbuh dan melintasi batas negara. (*)
Tinggalkan Balasan