Resmob “Hantu Cycloop” berhasil ringkus Tiga pelaku begal di Sentani.
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA – Aksi cepat tim gabungan Jatanras Polda Papua dan Resmob “Hantu Cycloop” membuahkan hasil. Tiga pelaku begal yang mengakibatkan tewasnya seorang tukang ojek online (ojol), Seprianto Lapu alias Om Anto, berhasil ditangkap di kawasan Netar, Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.
Penangkapan ini merupakan hasil kerja cepat aparat kepolisian setelah melakukan penyelidikan intensif pasca penemuan jenazah korban pada Kamis (25/9/2025) pagi. Tim gabungan bergerak cepat menelusuri jejak para pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.
Informasi yang dihimpun dari sumber lokal dan media sosial menyebutkan, polisi juga menyita motor dan ponsel milik korban yang sebelumnya sempat hilang. Barang-barang itu menjadi bukti penting untuk menjerat para pelaku yang kini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Papua.
Tampang tiga pelaku begal yang mengakibatkan tewasnya seorang tukang ojek online (ojol) di selokan jalan Kampung Nendali, Sentani, Kabupaten Jayapura.
Masyarakat Sentani menyambut baik keberhasilan polisi dalam mengungkap kasus ini. Mereka berharap proses hukum terhadap pelaku dilakukan secara transparan dan memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban, yang kehilangan tulang punggung keluarga dalam insiden tragis itu.
Diketahui, jenazah Seprianto Lapu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang menyapu jalan di Kampung Nendali, Sentani, sekitar pukul 05.30 WIT. Warga tersebut kaget melihat sesosok tubuh tergeletak di parit pinggir jalan, lalu segera melaporkannya ke Polsek Sentani Timur.
Sekitar pukul 07.30 WIT, tim identifikasi bersama piket Reskrim Polres Jayapura tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, korban diketahui merupakan tukang ojek online yang terakhir terlihat membeli rokok di sebuah kios sebelum menghilang.
Kasat Reskrim Polres Jayapura, AKP Alamsyah, mengungkapkan bahwa pada tubuh korban ditemukan luka tikam di pipi serta tiga luka tikam di punggung.
“Diduga kematian korban akibat kekerasan benda tajam dan tumpul yang mengarah pada tindak pidana pembunuhan,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain korek api, potongan kayu, sandal jepit, bungkus rokok, anting, gantungan kunci, mantel hujan, tameng helm, batu, serta serpihan kaca. Seluruh barang tersebut kini telah dibawa untuk pemeriksaan lanjutan di laboratorium forensik.
Seorang saksi mata mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong sekitar pukul 02.00 WIT, tepat saat terjadi pemadaman listrik di wilayah itu. Begitu listrik kembali menyala, saksi melihat dua orang berdiri di seberang jalan sebelum pergi meninggalkan lokasi dengan sepeda motor ke arah Abepura. Polisi menduga, pelaku berjumlah lebih dari dua orang.
Komunitas Ojek Online (OJOL) Mengantar Rekan Mereka, Alm Seprianto Lapu alias Om Anto ke Peristirahatan Terakhirnya.
Jenazah korban kemudian dievaluasi ke RS Bhayangkara Jayapura untuk proses autopsi. Sementara keluarga diminta membuat laporan resmi ke Polsek Sentani Timur guna memperkuat dasar penyidikan.
Kasus ini menambah perhatian publik terhadap maraknya kejahatan jalanan di wilayah Jayapura dan sekitarnya, yang belakangan meresahkan masyarakat.
Kepolisian mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara pada malam hari di jalur sepi dan minim penerangan. “Kita akan terus meningkatkan patroli dan operasi malam untuk menekan angka kejahatan jalanan,” tegas seorang perwira di Polda Papua.
Tinggalkan Balasan