PT. BIA Gelar Konsultasi Publik Ke-III Bersama Pemerintah Daerah
BATASPAPUA.COM, MERAUKE – PT Bia Inti Agrindo, BBKSDA Papua, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke, Gelar Konsultasi Publik Ketiga untuk Program Konservasi Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat di Merauke, Minggu (1/9/2024).
Baru-baru ini, PT. BIA mengumumkan suksesnya penyelenggaraan Konsultasi Publik ketiga untuk Program Konservasi Lingkungan dan Pengembangan Masyarakat (ECCDP), yang berlangsung di Swiss-Belhotel, Merauke.
Kegiatan itu merupakan bagian dari Proyek Suaka Margasatwa Danau Bian (Proyek Bian), yang merupakan wujud komitmen perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah Merauke.

Acara diadakan dalam kemitraan strategis dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua dan Pemerintah Daerah Merauke.
Konsultasi Publik dilakukan bertujuan untuk memperkuat sinergi antara berbagai pemangku kepentingan dalam upaya melestarikan kawasan Suaka Margasatwa Danau Bian, serta mendukung pengembangan masyarakat yang berkelanjutan.
Konsultasi itu dihadiri oleh beragam pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah daerah, perwakilan BBKSDA, lembaga lingkungan hidup, LSM lokal, akademisi dari Universitas Musamus dan Universitas Cenderawasih, perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di sekitar, masyarakat lokal, pemasok, pembeli, pengelola Badan Usaha Milik Kampung (BUMK), serta jajaran direksi dan staf PT BIA, dengan total 95 peserta.

Pemerintah Daerah Merauke kembali menegaskan dukungannya terhadap inisiatif ini.
Justina Sianturi, Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, yang mewakili Bupati Merauke, memberikan apresiasi kepada PT BIA atas kontribusi aktifnya dalam pembangunan berkelanjutan di daerah tersebut.
Sementara, Presiden Direktur PT BIA, Kim Won Il, menekankan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memastikan agar keindahan alam, keanekaragaman hayati, dan budaya di wilayah Merauke dapat dinikmati oleh generasi mendatang.
“Kami juga terus berupaya mendorong kemandirian ekonomi melalui bantuan kepada kampung-kampung di sekitar. Harapan kami adalah agar kerjasama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta ini dapat terus terjalin,” ujar Presdier Kim Won Il.
Pada kesempatan yang sama, Yulius Palita, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Papua, mewakili Kepala BBKSDA Papua menyampaikan, bahwa partisipasi masyarakat kini lebih aktif dalam program konservasi, bukan lagi hanya sebagai objek, tetapi sebagai subjek yang terlibat langsung dalam pengelolaan.
Konsultasi Publik ketiga itu, sebagai tanda langkah maju yang penting dalam mewujudkan komitmen PT BIA terhadap praktik lingkungan yang berkelanjutan dan pengembangan masyarakat di Merauke, serta memperkuat kemitraan strategis dengan BBKSDA Papua dan Pemerintah Daerah Merauke.
Tentang PT BIA:
PT. BIA adalah produsen minyak sawit mentah (CPO) yang berbasis di Merauke, Papua, Indonesia.
CPO PT. BiA diproduksi dari Tandan Buah Segar (TBS) yang diperoleh dari kebun inti dan kebun plasma yang kami kelola.
PT. BIA merupakan distributor tepercaya bagi perusahaan-perusahaan kelapa sawit ternama di Indonesia dan dunia.
Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan operasi berkelanjutan melalui praktik manajemen terbaik, kebijakan-kebijakan yang sadar lingkungan, keterlibatan masyarakat, dan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan.
Tidak ada lahan gambut di seluruh konsesi PT. BiA.
Mulai beroperasi di tahun 2011, saat ini PT. BIA mengoperasikan Tiga pabrik dan hampir 26.000 hektar lahan tertanam, termasuk perkebunan plasma.
Dari total luas perkebunan PT. BiA, ada sebanyak 6.867 hektar dialokasikan untuk kebun plasma.
Sebagai bagian dari komitmen PT. BIA terhadap keberlanjutan, semua kebun inti dan kebun plasma telah bersertifikat ISPO, RSPO, dan ISO 45001:2018. (*)










Tinggalkan Balasan