Persigubin Ukir Sejarah: Juara Perdana Liga 4 Papua Pegunungan, Hadiah Terindah HUT ke-22 PEGUBIN

Persigubin Ukir Sejarah: Juara Perdana Liga 4 Papua Pegunungan, Hadiah Terindah untuk HUT ke-22 Kabupaten Pegunungan Bintang.
BATASPAPUA.COM, WAMENA – Di tengah semangat perayaan HUT ke-22 Kabupaten Pegunungan Bintang, tim kebanggaan Bumi Okmin dengan julukan “Te Morning Star” menghadirkan kebahagiaan yang tak terlupakan bagi masyarakat. Bertanding dalam laga final Liga 4 Zona Papua Pegunungan 2024/2025, Persigubin sukses menaklukkan Toli FC lewat drama adu penalti dengan skor akhir 4-1 setelah waktu normal dan tambahan berakhir tanpa gol.

Di bawah langit Wamena yang dingin dan berkabut, di tengah semangat yang tak pernah padam, Persigubin Gunung Bintang menorehkan sejarah yang akan dikenang selamanya. Mereka bukan hanya meraih trofi, tetapi memenangkan hati ribuan rakyat Pegunungan Bintang. Kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, namun ini adalah simbol harapan, perjuangan, dan kebanggaan satu tanah: Bumi Okmin.

Stadion Pendidikan Wamena menjadi saksi bisu pertandingan final paling menegangkan dalam sejarah Liga 4 Papua Pegunungan pada, Kamis (3/4/2025). Persigubin berhadapan dengan Toli FC dalam laga yang lebih mirip medan pertempuran daripada sekadar pertandingan sepak bola. Suhu hanya 16 derajat Celsius, namun atmosfer di lapangan memanas oleh semangat dan determinasi kedua tim.

Penyerang Persigubin beradu kecepatan dengan pemain TLFC, berusaha menjemput bola dalam duel sengit. (Instagram/@persigubinpegubin).
Penyerang Persigubin beradu kecepatan dengan pemain TLFC, berusaha menjemput bola dalam duel sengit. (Instagram/@persigubinpegubin).

Sejak peluit pertama, Toli FC langsung menggempur dengan pressing tinggi. Namun, pertahanan Persigubin, bak benteng yang tak tergoyahkan, berdiri teguh. Meski diserang bertubi-tubi, tak satu pun celah mereka buka. Sementara itu, strategi cerdas dan permainan sabar dari anak-anak asuhan Coach Agung D. Atmojo mulai menunjukkan hasil. Serangan demi serangan dirancang rapi dengan kombinasi umpan pendek dan panjang, meski belum berbuah gol hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua menjadi panggung perang taktik. Gelandang-gelandang dari kedua kubu saling sikut, berebut dominasi. Peluang-peluang mulai tercipta, tapi pertahanan masing-masing tim menunjukkan kelasnya. Hingga peluit akhir waktu normal, papan skor tetap beku. 0-0.

Pertarungan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Di sinilah kekuatan fisik dan mental benar-benar diuji. Para pemain kelelahan, namun tak satu pun menyerah. Tidak ada gol. Maka, sejarah ditentukan di titik putih, yakni adu penalti.

Dan di sinilah, Persigubin menunjukkan jati diri sejatinya tim dengan mental juara. Dengan ketenangan luar biasa, mereka mengeksekusi empat tendangan penalti dengan sempurna. Kiper Robert K. menjadi pahlawan, menggagalkan dua tendangan Persitoli. Skor akhir 4-1. Air mata pun tumpah, bukan karena luka, tapi karena kebahagiaan yang tak terbendung.

Ketika peluit panjang berbunyi, seluruh stadion seakan meledak dalam suka cita. Tangis haru para pemain, pelatih, dan ofisial menyatu dengan sorak sorai para pendukung. Di Oksibil, jalanan dipenuhi ratusan simpatisan yang menggelar pawai kemenangan. Lagu-lagu kemenangan berkumandang, bendera dikibarkan, dan pelukan hangat menjadi bahasa kebersamaan.

Persigubin Ukir Sejarah: Juara Perdana Liga 4 Papua Pegunungan, Hadiah Terindah untuk HUT ke-22 Kabupaten Pegunungan Bintang.
Persigubin Ukir Sejarah: Juara Perdana Liga 4 Papua Pegunungan, Hadiah Terindah untuk HUT ke-22 Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Merukol Kalakmabin, tak bisa menyembunyikan emosinya.

“Kemenangan ini bukan milik Persigubin semata. Ini milik seluruh rakyat Pegunungan Bintang. Ini hadiah terbaik untuk HUT ke-22 kabupaten kita tercinta,” katanya, dengan mata berkaca-kaca.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Spei Yan Bidana dan Wakil Bupati Arnoldus Mandacan, yang terus mendukung olahraga sebagai jembatan persatuan di wilayah Pegunungan Bintang.

Alhasil, Persigubin bukan hanya membawa pulang trofi juara, tetapi juga pengakuan. Samuel Yobe dinobatkan sebagai Best Player turnamen. Kiper terbaik jatuh pada Gabriel Warobay dari Bumi Baliem FC, sementara Frengky Oagay menyabet gelar pencetak gol terbanyak. Tim Persindug Nduga pun diganjar Fair Play Team.

Namun, cerita masih belum selesai. Merukol menegaskan harapannya agar Persigubin bisa melangkah lebih jauh dengan tampil di Liga 3 Nasional sebagai wakil resmi dari Provinsi Papua Pegunungan.

“Kemenangan ini adalah awal. Perjuangan masih panjang. Kita akan bersama-sama dorong Persigubin menembus pentas nasional,” tegasnya.

Di hari bersejarah itu, bukan hanya sebuah pertandingan yang dimenangkan, tetapi semangat sebuah bangsa kecil di pegunungan yang menyala terang. Persigubin kini bukan hanya nama tim sepak bola. Mereka adalah simbol harapan, kebanggaan, dan semangat tanpa batas dari rakyat Pegunungan Bintang.

Bintang Timur telah terbit. Dan cahaya itu akan terus bersinar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!