Peringati 69 Tahun GKI di Tanah Papua dan 66 Tahun Injil Masuk Lembah Baliem Dirayakan Pemda Kabupaten Jayawijaya dan Masyarakat
BATASPAPUA.COM, WAMENA — Dalam rangka memperingati satu abad nubuatan Pendeta Isak Samuel Kijne, ulang tahun ke-69 berdirinya Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, serta 66 tahun masuknya Injil GKI di Lembah Baliem, Klasis GKI Baliem Yalimo menggelar kegiatan jalan santai berhadiah yang berlangsung meriah di halaman Gedung GKI Aithousa Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Jayawijaya, Athenius Murip, didampingi Wakil Ketua Klasis GKI Baliem Yalimo, Penatua Rabindra Patasik, dan Sekretaris Klasis, Pendeta Katerina Asso. Acara ini menjadi momentum kebersamaan dan ungkapan syukur umat Tuhan di Lembah Baliem atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan iman gereja selama satu abad terakhir.
Jalan santai ini diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari Bupati Jayawijaya dan jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pendeta se-Klasis GKI Baliem Yalimo, anggota TNI-Polri, pegawai BUMN, anak-anak sekolah SD, SMP, dan SMA YPK Bethlehem Wamena, hingga perwakilan jemaat dari seluruh gereja di wilayah Klasis Baliem Yalimo.
Dalam sambutannya, Bupati Athenius Murip menegaskan bahwa makna terbesar dari peringatan satu abad nubuatan Pendeta Kijne adalah keyakinan bahwa firman Tuhan akan tetap kekal sepanjang masa.
“Sekalipun langit dan bumi berlalu, firman Tuhan akan tetap ada sampai selama-lamanya,” tegasnya.
Ia menambahkan, kebenaran firman itu telah menjadi batu penjuru bagi kehidupan masyarakat Papua hingga hari ini.
Bupati Athenius juga mengajak seluruh umat Tuhan di Jayawijaya untuk terus bersatu, bergandengan tangan, dan membangun kerohanian di Lembah Baliem. Menurutnya, Injil yang masuk di Lembah Baliem bukan hanya milik warga GKI semata, tetapi untuk semua orang yang hidup di atas tanah Papua.
“Injil yang menyelamatkan ini untuk seluruh umat manusia yang berdiam di Lembah Baliem dan Tanah Papua,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Klasis GKI Baliem Yalimo, Penatua Rabindra Patasik, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Jayawijaya atas dukungan dan semangat luar biasa dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pelayanan rohani dan pembinaan iman umat di Lembah Baliem.
Rabindra menjelaskan, kegiatan jalan santai ini menjadi bagian dari rangkaian besar perayaan iman yang berlangsung sepanjang pekan peringatan. Momentum ini tidak hanya menandai satu abad nubuatan Pendeta Isak Samuel Kijne pada 25 Oktober 2025, tetapi juga HUT ke-69 berdirinya GKI di Tanah Papua pada 26 Oktober 2025 serta 66 tahun Injil masuk ke Lembah Baliem yang juga jatuh pada 25 Oktober 2025.
Ia menambahkan, seluruh umat Tuhan, khususnya warga GKI se-Klasis Baliem Yalimo, akan melaksanakan doa bersama pada Sabtu, 25 Oktober 2025, sebagai ungkapan syukur atas karya dan penyertaan Tuhan selama perjalanan iman GKI di tanah ini. Sementara pada Minggu, 26 Oktober 2025, ibadah syukur HUT GKI akan digelar serentak di masing-masing jemaat di seluruh wilayah Klasis Baliem Yalimo.
“Kiranya seluruh umat yang terlibat dalam kegiatan ini terus diberkati Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi sesama,” harap Rabindra Patasik.
Ia juga mengucapkan selamat merayakan Hari Ulang Tahun GKI di Lembah Baliem dan satu abad nubuatan Pendeta Isak Samuel Kijne di atas Tanah Papua.
Perayaan ini tidak hanya menjadi refleksi sejarah perjalanan iman, tetapi juga momentum memperkokoh persaudaraan, memperteguh iman, serta menegaskan peran Injil sebagai terang kehidupan yang terus menyinari Tanah Papua hingga kini. (*)











Tinggalkan Balasan