Penantian 65 Tahun Berakhir Dengan Sejarah Baru Untuk Lahirnya Pastor Projo Putra Pegunungan Bintang

Ribuan Umat Katolik Sambut Sukacita Kedatangan Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, di Bandara Oksibil, pada Selasa, 6 Januari 2026.

BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Setelah enam setengah dekade penantian yang panjang, penuh doa, air mata, dan kesetiaan iman, sejarah akhirnya ditorehkan di jantung Pegunungan Bintang. Umat Katolik Dekenat Pegunungan Bintang, Keuskupan Jayapura, menyambut dengan haru dan sukacita yang meluap atas kehadiran Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, imam Projo pertama yang berasal dari tanah adat Sibil Banal Bakon, Paroki Roh Kudus Mabilabol.

Momen bersejarah ini menandai berakhirnya penantian 65 tahun sejak Injil pertama kali ditaburkan di wilayah ini. Seorang anak asli lembah, yang lahir dan bertumbuh dari rahim iman umat sederhana Pegunungan Bintang, kini kembali sebagai gembala rohani bagi Gereja Katolik.

Kedatangan Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, di Bandara Oksibil, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Kedatangan Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, di Bandara Oksibil, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Pastor RD. Charles Singpanki baru saja menerima tahbisan imamat pada 8 Desember 2025. Meski secara resmi diutus untuk melayani di Keuskupan Manokwari–Sorong, kepulangannya ke kampung halaman pada Selasa, 6 Januari 2026, menjelma menjadi peristiwa iman yang mengguncang perasaan dan menyatukan seluruh umat.

Sejak pagi hari, ribuan umat dari berbagai paroki dan kampung di Pegunungan Bintang memadati kawasan Paroki Roh Kudus Mabilabol. Mengenakan busana adat dari beragam suku, umat menyambut kedatangan Pastor Charles dengan tarian-tarian tradisional yang sarat makna, iringan nyanyian pujian, serta arak-arakan penuh warna dan sukacita. Langkah demi langkah rombongan pastor dan para tamu dari Keuskupan Jayapura serta Keuskupan Manokwari–Sorong diiringi sorak syukur umat yang seolah tak percaya bahwa penantian panjang itu akhirnya terjawab.

Pastor Dekan Pegunungan Bintang, Romo Yulius Dainang, Pr.
Pastor Dekan Pegunungan Bintang, Romo Yulius Dainang, Pr.

Pastor Dekan Pegunungan Bintang, Romo Yulius Dainang, Pr,  mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas peristiwa bersejarah tersebut. Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyebut kehadiran Pastor Charles sebagai buah iman yang ditunggu selama puluhan tahun.

“Benih Injil yang ditanam dengan penuh pengorbanan, kerja keras, dan air mata para misionaris serta umat akhirnya bertumbuh dan menghasilkan buah yang sangat indah. Anak-anak yang dulu disantuni, didoakan, dan dibina, kini tampil sebagai pemimpin rohani bagi umatnya sendiri,” ungkap Romo Yulius.

Ia juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para imam yang hadir dan memberikan dukungan, sebagai wujud nyata solidaritas, persaudaraan, dan kesatuan Gereja dalam pelayanan di Tanah Papua.

Ketua panitia, Dedenip Jefrin Singpanki.
Ketua panitia, Dedenip Jefrin Singpanki, ST.

Sementara itu, Dedenip Jefrin Singpanki, ST, selaku Ketua Panitia sekaligus perwakilan keluarga, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan hanya kebanggaan keluarga besar Singpanki, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat adat Sibil Banal Bakon.

“Setelah 65 tahun, Paroki Roh Kudus Mabilabol akhirnya memiliki imam pertama putra asli dari Lembah Sibil Banal Bakon. Pastor Charles adalah anak asli pertama dari tanah adat ini yang ditahbiskan menjadi imam Projo. Ini adalah berkat besar di awal tahun yang baru,” ujarnya penuh syukur.

Ia berharap kehadiran Pastor Charles menjadi pintu pembuka bagi lahirnya panggilan-panggilan imamat baru dari Pegunungan Bintang.

“Semoga dari tanah ini akan lahir Charles-Charles lain, dari berbagai paroki, yang berani menjawab panggilan Tuhan untuk melayani Gereja dan umat,” tambahnya.

Kehadiran Pastor Charles juga melengkapi jejak panjang para pastor putra daerah yang sebelumnya telah lebih dulu mengabdi dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Pegunungan Bintang. Di antaranya Pastor Hillarius Ngalumtila Pekey, Pr; Bartolomeus Uropmabin, OFM; Damianus Uropmabin, Pr; Melyanus Uropmabin, Pr; Oksianus K. Bukega, Pr; Iko Fransiskus Batlayeri, Pr; serta Yosias Uropmabin, Pr.

Ribuan Umat Katolik Sambut Kedatangan  Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, di Bandara Oksibil, pada Selasa, 6 Januari 2026.
Ribuan Umat Katolik Sambut Kedatangan Pastor RD. Charles Singpanki, Pr, di Bandara Oksibil, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Dalam rangkaian penyambutan tersebut, Pastor Charles Singpanki didampingi sejumlah imam dari Keuskupan Manokwari–Sorong dan Keuskupan Jayapura. Agenda selanjutnya dijadwalkan pada 7 Januari 2026, yakni penyerahan resmi Pastor Charles oleh pihak keluarga kepada Keuskupan Manokwari–Sorong di depan pastoran Paroki Roh Kudus Mabilabol.

Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah iman bagi umat Katolik Pegunungan Bintang. Kehadiran seorang imam Projo putra asli Sibil Banal Bakon bukan hanya simbol keberhasilan karya evangelisasi, tetapi juga tanda harapan baru. Harapan akan Gereja yang semakin berakar pada tanah dan budaya setempat, serta harapan bagi generasi muda Papua untuk berani bermimpi, melayani, dan mempersembahkan hidup bagi Tuhan dan sesama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!