Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana S.T., M.Si saat menyampaikan sambutannya dalam kuliah umum di Aula Paroki Roh Kudus Mabil Abol, pada Selasa, (4/3/2025).
BATASPAPUA.COM, OKSIBIL – Universitas OKMIN Papua (UOP) menggelar kuliah umum di Aula Paroki Roh Kudus Mabil Abol, pada Selasa, (4/3/2025). Kegiatan ini dimulai pukul 09.30 WIT dan dibuka langsung oleh Bupati Pegunungan Bintang, Spei Yan Bidana, ST., M.SI, yang juga didampingi oleh Wakil Bupati Arnold Nama, S.AP.
Dalam sambutannya, Bupati Spei menegaskan komitmennya untuk mendukung perkembangan UOP.
“Dua industri terbesar di dunia yang bisa memajukan daerah adalah kampus dan sepak bola. Kedua aspek ini memiliki peran penting dalam kemajuan suatu daerah,” ujar Bupati.
Bupati Spei berharap, hadirnya UOP dapat memberikan dampak yang baik bagi kemajuan daerah di Kabupaten Pegunungan Bintang.
“Kehadiran kampus semoga memberikan dampak luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan,” harapnya.
Kegiatan kuliah umum di Aula Paroki Roh Kudus Mabil Abol, Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Selasa, (4/3/2025).
Selain itu, Ketua DPRD Pegunungan Bintang, Gutinus Wasini, ST, serta anggota DPR Provinsi Arni Deal, S.P, dan Betuel Kakadi, anggota DPRD, turut hadir dalam acara tersebut.
Gutinus menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia.
“Kedua lembaga ini harus bekerja sama. Legislatif dan eksekutif harus berkolaborasi mendukung pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Adapun Arni Deal, yang hadir mewakili DPR Provinsi, juga menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kampus UOP.
“Kami sudah memiliki dukungan dari semua level legislatif, baik di DPR RI, DPR Provinsi, maupun DPRD Kabupaten, serta dukungan penuh dari Bupati. Sekarang tugas kita adalah mensukseskan semua visi pembangunan yang ditawarkan oleh Bupati,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor UOP, Dr. Jhon Kore, menyampaikan bahwa saat ini jumlah mahasiswa UOP mencapai 900 orang yang terdaftar di LL Dikti. Dari jumlah tersebut, sekitar 600 mahasiswa merupakan angkatan pertama dan sekitar 300 di antaranya akan segera diwisuda tahun ini.
“Antusiasme masyarakat Pegunungan Bintang terhadap perkembangan Universitas OKMIN Papua sangat luar biasa,” kata Jhon Kore.
Pada seminar ilmiah yang digelar dalam rangka kuliah umum, dua kandidat doktor asal Pegunungan Bintang turut menjadi narasumber. Mereka adalah Melkior Sitokdana, dosen tetap di Universitas Kristen Satya Wacana, dan Kris Hiktaop, dosen Universitas Musamus Merauke.
Melkior memaparkan materi tentang pemetaan hak ulayat berbasis budaya, pengembangan potensi sumber daya alam, dan etno-sains.
“Pegunungan Bintang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat melimpah. Ini menjadi tantangan besar bagi kami, sebagai intelektual, untuk mengembangkan sumber daya alam yang ada dengan pendekatan yang berbasis pada budaya,” ujarnya.
Melkior juga menambahkan bahwa ia telah banyak menulis tentang kekayaan budaya OKMIN dan pentingnya mengembangkan potensi tersebut melalui perspektif etno-sains.
Disaat yang sama, Kris Hiktaop menyampaikan materi tentang “Menginternalisasi ‘21st Lessons for the 21st Century’” yang dikembangkan oleh Yuval Harari. Materi ini menantang pemikiran tentang masa depan manusia di era modern dan dampaknya terhadap kehidupan manusia, baik sekarang maupun di masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan, Geraldus Apyimtean Bidana, juga berkesempatan membawakan materi tentang “Konstruksi Pembangunan Manusia Papua”. Dalam pemaparannya, Geraldus menekankan pentingnya pendidikan sebagai dasar pembangunan manusia.
“Untuk membangun manusia, kita harus mulai dari pendidikan. Saya berharap semua pihak bersatu untuk membangun pendidikan di Pegunungan Bintang dan Papua pada umumnya,” tandasnya.
Semua pihak yang hadir siap menyumbangkan buku ke kampus UOP sebagai kontribusi nyata dalam mengembangkan sumberdaya manusia. (*)
Tinggalkan Balasan