OPM Klaim Tewaskan Prajurit TNI dan Rampas Senjata di Yuguru, Kabupaten Nduga
BATASPAPUA.COM, NDUGA, — Situasi keamanan di Kabupaten Nduga kembali memanas. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) secara terbuka mengklaim telah menewaskan satu anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam kontak tembak bersenjata di Distrik Yuguru, Kamis (8/1/2026) pagi.
Klaim tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers resmi Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang beredar luas di berbagai platform.
Menurut Sebby, serangan dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma di bawah komando Mayor Yibet Gwijangge, yang disebut berhasil melumpuhkan satu personel militer Indonesia sekaligus merampas sejumlah perlengkapan tempur.
“Kami menerima laporan resmi dari Komandan Batalyon Yuguru, Mayor Yibet Gwijangge, bahwa pada Kamis, 8 Januari 2026 sekitar pukul 08.00 WIT telah terjadi penyerangan dan penembakan terhadap militer Indonesia di Yuguru,” kata Sebby.
Ia mengklaim, dalam aksi tersebut satu prajurit TNI tewas di tempat. Selain itu, pasukan OPM disebut berhasil merampas satu pucuk senjata laras panjang, lima magasin berisi peluru, serta satu unit HT atau alat komunikasi militer.
Sebby juga menegaskan bahwa tidak ada korban di pihak TPNPB dalam peristiwa tersebut.
Lebih jauh, Komandan Batalyon Yuguru TPNPB, Mayor Yibet Gwijangge, melontarkan tudingan keras terhadap pemerintah Indonesia dan TNI. Ia menuding keberadaan pos militer di wilayah Yuguru sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.
“Presiden RI Prabowo Subianto dan militer Indonesia telah melanggar hukum perang Konvensi Jenewa 1949. Militer Indonesia menembaki warga sipil, membakar gereja dan fasilitas publik, serta menduduki wilayah sipil dengan lebih dari enam pos militer di Yuguru,” ujar Yibet dalam pernyataan tertulisnya.
Ia menyebut, tindakan bersenjata yang dilakukan pasukannya merupakan respons langsung atas apa yang mereka anggap sebagai pendudukan militer di kawasan sipil.
Di sisi lain, Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, membenarkan adanya insiden kontak tembak di wilayah tersebut. Namun, ia belum merinci korban maupun kronologi kejadian.
“Informasinya memang ada kejadian kontak tembak. Untuk detailnya silakan konfirmasi langsung ke pihak TNI,” kata Cahyo, Kamis malam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak TNI belum mengeluarkan pernyataan resmi, baik terkait klaim korban jiwa maupun dugaan perampasan senjata.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti media sosial. Sejumlah akun dan grup Facebook mengunggah foto seorang prajurit TNI yang disebut gugur dalam tugas di Papua. Dalam unggahan tersebut, korban dikabarkan berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Salah satu anggota TNI asal NTT gugur lagi saat bertugas di Papua,” demikian bunyi keterangan yang menyertai foto-foto tersebut.
Belum ada konfirmasi resmi dari institusi militer mengenai identitas maupun asal satuan korban, namun dalam foto yang beredar menunjukkan Prajurit yang gugur tersebut bernama Praka Satria Tino Taopan.
Insiden ini menambah panjang daftar konflik bersenjata di wilayah Pegunungan Tengah Papua, khususnya di Nduga, yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu episentrum ketegangan antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata OPM. (*)










Tinggalkan Balasan