Masih Misteri, Skandal Korupsi PAUD Papua Selatan: Dana Rp4,6 M Raib

Kantor Polres Merauke

BATASPAPUA.COM, MERAUKE – Dugaan korupsi dana hibah PAUD Papua Selatan tahun anggaran 2023 menyeret nama-nama penting. Dana Rp8,5 miliar yang disalurkan melalui Dinas Pendidikan diduga kuat diselewengkan, dengan potensi kerugian negara mencapai Rp4,6 miliar.

Audit investigatif BPKP Papua mengungkap penyimpangan serius dalam pengelolaan dana oleh Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD.

Polisi telah memeriksa 45 saksi, namun hingga kini belum ada tersangka.

Sorotan tajam mengarah ke YM, bendahara Pokja, yang telah tiga kali diperiksa namun selalu menghindar dengan alasan berbelit dan sakit. YM dinilai kunci untuk membuka aliran dana yang mencurigakan.

“Keterangan YM sangat krusial. Dia belum membuka apa pun soal ke mana uang itu mengalir,” tegas Kanit Tipikor Polres Merauke, Bripka Reinaldhy Oktavian kepada wartawan di ruang kerjanya, belum lama ini.

Nama Ketua Bunda PAUD Papua Selatan, berinisial AI – yang juga istri pejabat tinggi provinsi – ikut mencuat. Meski belum diperiksa, penyidik mengindikasikan bahwa keterangannya akan diminta usai pengusutan terhadap YM rampung.

“Kami belum periksa AI. Fokus pada YM dulu untuk membongkar siapa saja penerima dana dan penggunaannya,” ujar Reinaldhy.

AI dilantik sebagai Ketua Bunda PAUD pada 5 Mei 2023, dan langsung membentuk Pokja yang diketuai AJ, dengan YM sebagai bendahara.

Kasus ini menyulut kemarahan publik. Dana untuk anak-anak justru diduga dijadikan bancakan elite. Penyidik berjanji menuntaskan kasus ini hingga tuntas, tanpa pandang bulu. (AL/ADM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!