Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri memberikan keterangan pers kepada awak media, usai melantik 36 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Rabu (18/2/2026).
BATASPAPUA.COM, JAYAPURA, – Gubernur Papua Matius D. Fakhiri melantik 36 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Rabu (18/2/2026) di Aula Lukmen Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura. Pelantikan ini merupakan bagian dari penataan organisasi perangkat daerah sekaligus upaya memperkuat birokrasi yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Sebanyak 36 pejabat yang dilantik terdiri atas 24 pejabat struktural dan 12 pejabat fungsional dari berbagai jenjang jabatan.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif dan adaptif terhadap dinamika serta tantangan pembangunan Papua yang semakin kompleks,” ujar Matius Fakhiri.
Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini adalah kepemimpinan yang mampu membimbing, mendengar, serta memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
“Kepemimpinan yang dibutuhkan hari ini adalah kepemimpinan yang tidak hanya memerintah, tetapi juga membimbing, mendengar, dan memberikan solusi. Kepemimpinan yang melayani adalah kunci membangun kepercayaan publik dan mempercepat transformasi Papua menuju masa depan yang lebih cerah, sejahtera, dan harmonis,” tegasnya.
Menurutnya, pelayanan publik harus dilaksanakan secara cepat, tepat, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme. Ia menilai kepercayaan masyarakat merupakan fondasi utama pembangunan yang harus dijaga melalui integritas aparatur.
Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri melantik 36 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua, Rabu (18/2/2026).
“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama pembangunan yang harus dijaga melalui integritas dan keteladanan dalam setiap tindakan dan keputusan,” katanya.
Gubernur juga mengingatkan bahwa penempatan pejabat telah melalui pertimbangan matang, mulai dari kompetensi, integritas, loyalitas, hingga rekam jejak kinerja. Karena itu, ia meminta para pejabat yang baru dilantik membuktikan kepercayaan tersebut melalui dedikasi dan disiplin kerja.
Selain penguatan birokrasi, ia mendorong seluruh pejabat berperan aktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua yang unggul dan inklusif melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta pemberdayaan masyarakat adat dan kelompok rentan.
“Pastikan pembangunan menjangkau wilayah terpencil dan daerah tertinggal, sehingga seluruh masyarakat Papua merasakan manfaat pembangunan secara adil dan merata,” ujarnya.
Penguatan ekonomi inklusif berbasis potensi lokal juga menjadi perhatian utama pemerintah provinsi. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan kolaborasi dalam pemanfaatan sumber daya daerah secara berkelanjutan agar memberikan nilai tambah bagi kesejahteraan masyarakat.
Menutup sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik sekaligus pesan moral agar mereka menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan komitmen pengabdian.
“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan Tanah Papua yang kita cintai. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan bimbingan, kekuatan, dan perlindungan kepada kita semua,” tutupnya. (*)
Tinggalkan Balasan