Laga Aceh VS Sulteng Dalam PON 2024 Jadi Kontroversi, Wasit Dipukul Pemain

YouTube player

 

BATASPAPUA.COM, Banda Aceh – Jagat sepak bola nasional dihebohkan dengan pertandingan yang digelar pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Laga kontroversi sepak bola putra ini mempertemukan Aceh melawan Sulawesi Tengah (Sulteng) di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh, Sabtu (14/9/2024).

Laga perempat final awalnya dimulai dengan normal. Sulteng berhasil unggul 1-0 atas Aceh pada menit ke-24. Aceh yang berstatus sebagai tuan rumah merespons untuk menyamakan kedudukan.

Tensi permainan pun meningkat ketika laga terhenti pada menit ke-38 lantaran ada pelemparan botol dari arah tribune. Kejadian ini membuat situasi menegang di bench kedua tim, hingga cekcok antara tim pelatih Sulteng dengan tim pelatih Aceh. Laga bisa dilanjutkan kembali setelah situasi kondusif.

Pada menit keenam injury time babak pertama, pemain Sulteng Abdul Sabir menyelusup ke kotak penalti Aceh. Pergerakan Sabir dengan bola tersebut coba dihentikan Irza Rahmad Dian dengan sebuah tendangan yang mengarah ke kepala. Sabir pun terjatuh, namun wasit Eko tidak menganggapnya sebagai pelanggaran. Pertandingan terus berlanjut.

Memasuki menit ke-74, kejadian serupa pun terjadi. Namun wasit Eko Agus Sugih Harto menghadiahi kartu kuning kedua dan mengusir pemain Sulteng, yakni Wahyu Alam. Hal ini Berbanding terbalik dengan kejadian mengangkat kaki yang tinggi pada akhir babak pertama, dan Sulteng harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-75.

Wasit asal Sumatera Selatan itu kembali mengeluarkan kartu merah untuk pemain Sulteng, Mohammad Akbar dengan alasan Akbar menekel Hercules dalam sebuah kejadian perebutan bola. Sebelumnya Akbar lebih dulu membuang bola, namun lanjutan gerak Akbar membuat kakinya mengenai kaki Hercules. Insiden ini membuat pemain dan ofisial Sulteng protes keras.

Pertandingan sempat terhenti gara-gara pemain Sulteng tak terima keputusan wasit dan sempat terlihat enggan untuk melanjutkan pertandingan. Tapi, pelatih Sulteng, Zulkifli Syukur, memberikan motivasi para pemain mau untuk turun lagi ke lapangan.

Usai memberi kartu merah kedua, wasit Eko memberikan perpanjangan waktu selama 13 menit.

Puncak kontroversi dan kekacauan terjadi pada menit ke-97 saat wasit ditinju pemain Sulteng, Muhammad Rizki Saputra, hingga terjatuh. Rizki terlihat kesal pada wasit yang memberikan penalti untuk Aceh.

Saat itu pemain Aceh Muhammad Nur Mahyudin di kotak penalti dibayang-bayangi dua pemain Sulteng, Muhammad Azak dan Arief Khaliq.

Nur Mahyudin kemudian terjatuh tanpa ada pelanggaran. Namun wasit kemudian menunjuk titik putih tanda penalti. Sesaat kemudian Muhammad Rizki Saputra yang sudah naik pitam langsung berlari ke arah wasit dan memukul dam memukulnya hingga tersungkur tak berdaya. Laga pun dihentikan.

Wasit kemudian dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Di sisi lain penonton marah dan melemparkan botol air mineral ke dalam stadion. Sementara Rizki Saputra diusir dengan kartu merah akibat aksinya meninju wasit.

Pertandingan dilanjutkan kembali dengan eksekusi penalti untuk Aceh. Tapi penalti Aceh ini gagal menjadi gol karena kiper Sulteng Rexy melakukan penyelamatan, Sulteng pun masih unggul 1-0.

Ketika laga berlanjut dipimpin wasit pengganti Fadli Nurdiana, Aceh kembali mendapat penalti. Hukuman ini juga jadi perdebatan lantaran bola mengenai tangan Ichwansyah setelah lebih dulu terpantul ke kaki.

Hukuman penalti kali ini dituntaskan Akmal Juanda dengan sebuah gol yang menyamakan kedudukan menjadi 1 sama.

Dalam kondisi skor 1-1, tim Sulteng enggan melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah Walk over (WO). Aceh pun dinyatakan sebagai pemenang dan lolos ke semifinal PON 2024.

Tim Aceh dijadwalkan bakal bersua dengan Jawa Timur, satu laga semifinal lagi mempertemukan Jawa Barat dengan Kalimantan Selatan, Senin (16/9/2024).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
error: STOP MENCURI BERITA !!!